SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Persoalan pemenuhan hak penyandang disabilitas kembali menjadi perhatian Reinhard Raji Manurung setelah dirinya menyambangi sejumlah penyandang disabilitas di Kecamatan Hatonduhan, Kabupaten Simalungun, pada Rabu (7 Oktober 2026). Selain menyerahkan bantuan, kunjungan tersebut dimanfaatkan untuk mendengarkan langsung berbagai keluhan yang selama ini dihadapi masyarakat penyandang disabilitas.

Raji menilai pelaksanaan Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas masih perlu mendapatkan perhatian bersama. Menurut dia, amanat yang terdapat dalam regulasi tersebut belum sepenuhnya dijalankan sebagaimana yang diharapkan.
Namun, Raji tidak sepenuhnya menyalahkan pemerintah maupun keberadaan regulasi tersebut. Ia justru mendorong keterlibatan berbagai lapisan masyarakat agar kesetaraan bagi penyandang disabilitas dapat diwujudkan secara bersama-sama.

Kegiatan yang dilakukan pada Rabu (7 Oktober 2026), tersebut merupakan bagian dari aktivitas yang telah rutin dijalankannya sejak 2022. Sebagai lulusan Fakultas Hukum Universitas Simalungun, ia memandang persoalan disabilitas bukan hanya sebagai persoalan sosial, tetapi juga berkaitan dengan hak yang semestinya dihormati dan dipenuhi.
Sejumlah penyandang disabilitas yang menerima bantuan dalam kegiatan tersebut berdomisili di Kecamatan Hatonduhan. Mereka antara lain Ahmad Bustomi, Anugrah Simbolon, Risdo Abdi Pratama Sihombing, Raga Hamdani, dan Rifki Rahmazulfitra.

Bagi Raji, pemberian bantuan bukan satu-satunya tujuan dari kegiatan tersebut. Ia ingin memastikan bahwa dirinya hadir dan mendengarkan langsung persoalan yang dialami penyandang disabilitas. Menurutnya, kehadiran secara langsung dapat membantu memahami kondisi yang tidak selalu terlihat dari luar.
Raji menegaskan penyandang disabilitas tidak seharusnya diposisikan sebagai kelompok yang hanya membutuhkan rasa kasihan. Menurut dia, mereka harus diperlakukan setara sebagai sesama manusia, sebagaimana nilai kemanusiaan yang diajarkan agama dan amanat peraturan perundang-undangan.
Pandangan tersebut menjadi dasar bagi Raji untuk terus melakukan kunjungan dari satu tempat ke tempat lain. Ia menilai kepedulian tidak cukup hanya disampaikan melalui pernyataan, tetapi perlu dibuktikan melalui tindakan yang dilakukan secara konsisten.

Ia juga berharap hasil kunjungannya dapat menjadi bahan untuk menyampaikan aspirasi penyandang disabilitas kepada para pemangku jabatan dan orang-orang yang memiliki pengaruh di negara ini. Raji ingin keluhan yang ditemukannya di lapangan dapat disampaikan secara langsung kepada pihak yang memiliki kewenangan.
Menurutnya, masih terdapat aspirasi penyandang disabilitas yang belum terdengar karena adanya keterbatasan. Karena itu, kunjungan langsung menjadi salah satu cara yang dipilihnya untuk mengetahui kebutuhan mereka sekaligus membawa suara tersebut kepada pihak yang berkepentingan.
Raji selama ini juga aktif menggunakan platform TikTok untuk menyuarakan hak penyandang disabilitas. Aktivitasnya di media sosial tidak hanya digunakan untuk menyampaikan pesan sosial, tetapi juga menjadi sumber pendapatan yang kemudian dimanfaatkan untuk mendukung kegiatan sosial yang dilakukannya.
Cara tersebut menjadi bagian dari upayanya menjalankan kegiatan secara mandiri. Ia tidak menunggu kondisi tertentu untuk mulai berbagi, tetapi memanfaatkan kemampuan dan sumber daya yang dimiliki untuk membantu orang lain.
Bagi Raji, ukuran kebaikan bukan semata-mata terletak pada jumlah bantuan yang diberikan. Konsistensi untuk hadir, mendengarkan, dan mengetahui keadaan penerima bantuan menjadi bagian yang tidak kalah penting.
Ia berharap perhatian terhadap penyandang disabilitas tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Menurutnya, kesetaraan membutuhkan keterlibatan berbagai pihak secara berkelanjutan agar penyandang disabilitas dapat memperoleh haknya sebagai bagian dari masyarakat.

Kegiatan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa persoalan disabilitas membutuhkan perhatian dari banyak unsur. Pemerintah memiliki peran, tetapi masyarakat juga memiliki tanggung jawab untuk menciptakan lingkungan yang lebih setara.
Prinsip yang terus dibawa Raji dalam menjalankan aktivitas sosialnya dirangkum dalam sebuah kalimat yang selalu ia pegang: “Jangan tanya akan apa yang kamu dapat, tapi tanyalah dulu dirimu sendiri apa yang telah kamu perbuat.” Prinsip itu menjadi pendorong bagi dirinya untuk terus hadir dan menyuarakan hak penyandang disabilitas. (ril/th)







