SIANTAR – DIAN24NEW
Sedikitkan 30 hektar lebih lahan pertanian milik warga di Kelurahan Bah Sorma dan Kelurahan Bah Kapul wilayah Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut) terkena imbas harus kekeringan (tidak mendapat pasokan air) dari bencana longsor tanah dari perumahan “Manutur Indah II” yang berada di Jalan Tengko Sibatu batu Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar, Sumut
Pendeta Pandapotan Haloho, pengurus9 WALHI SUMUT kepada Dian24New.Com, Kamis (29/2/2024) menjelaskan longsor terjadi karena sebelumnya wilayah tersebut diguyur hujan deras. Tepat diatas Saluran Air Irigasi lahan pertanian terdapat proyek pembangunan perumahan “Manutur Indah II” di Jalan Tengko Sibatu – batu Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar. Diduga timbunan tanah yang dijadikan sebagai pembatas perumahan Manutur Indah II itu tak mampu menahan debit air yang bercampur dengan lumpur bekas proyek, sehingga mengakibatkan tanah longsor hingga menutup saluran air irigasi yang berada tepat dibawah komplek perumahan tersebut dan tidak bisa mengaliri air. Saluran air irigasi tertutup tanah longsor, akibatnya dorongan air yang cukup deras tidak maksimal pada jalannya dan prakkk…dinding saluran air irigasi tersebut jebol dan tak bisa lagi mengaliri air, sehingga berimbas ke lahan pertanian warga di Kelurahan Bah Sorma dan Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Siantar Sitalasari Kota Pematang Siantar, Sumut.
“Rusaknya saluran irigasi itu mengancam 30 hektar lebih lahan pertanian milik warga di Kelurahan Bah Sorma dan Kelurahan Bah Kapul,” ujar Haloho
Pendeta Haloho, menegaskan bagaimana PSDA Propinsi harus turun ke lokasi, termasuk PSDA Kota Pematang Siantar juga, sama -sama harus turun kelokasi dan mengusulkan langkah -langkah apa saja yang akan dilakukan oleh Pemda nantinya.
“Saya harap rekan rekan dari PSDA Pemko Pematang Siantar, tentunya harus konsen dan serius untuk menangani persoalan ini, sehingga masyarakat bisa terbantu dan dipecahkan masalahnya. Pertanian bisa jalan, perkebunan bisa lancar, potensi pendapatan masyarakat juga bisa terjaga dengan baik, termasuk tingkat kesejahteraannya,” pungkasnya
Masih dilokasi yang sama, tepatnya di Saluran Air irigasi yang jebol, salah seorang petani setempat mengaku marga Sinaga kepada DIAN24NEW.COM menguatkan penjelasan dari Pendeta Pandapotan Haloho. “Irigasi yang jebol ini mengaliri lahan pertanian dan perkebunan warga kurang lebih 30 hektar, jebol akibat tanah longsor dari perumahan Manutur Indah II. Longsor tanah itu menutup saluran air irigasi. Diduga kesalahan dari oknum pengusaha pengembang perumahan Manurur Indah II, sehingga saluran air yang biasa mengaliri lahan pertanian dan perkebunan warga tidak teraliri lagi, karena tertimbun tanah longsor dan membuat area persawahan dan kebun disana terancam kering,” kata Sinaga
Menurut Sinaga, saat ini warga desanya mayoritas beraktifitas sebagai petani padi, sayur mayur, beternak sapi, ikan, ayam dan kambing.
“Semoga pemda dan propinsi turun membantu kami untuk memperbaiki tunggul dan saluran irigasi akibat ulah oknum pengusaha pengembang bisnis perumahan. Penuh harapan kami ingin mendapatkan kesejahteraan dari hasil sehari hari bertanam, berkebun dan beternak,” harapnya.
Menurut Sinaga jarak tempuh menuju lokasi harus berjalan kaki sejauh 1,5 kilometer.
Dikonfirmasi Dian24New.Com, melalui Telepon Seluler, Kamis (29/2/2024) malam, Bosar Damanik membenarkan bahwa proyek pengembangan perumahan Manutur Indah II itu emang usaha keluarganya. “Iya benar, perumahan Manutur Indah II itu emang usaha Keluarga kita. Usaha anak kita,” ungkapnya.
Saat ditanya mengenai longsoran tanah dari perumahan Manutur Indah II telah menutup dan merusak saluran air irigasi, dengan ketus, Bosar Damanik malah menyuruh agar hal tersebut dilaporkan. “Silahkan Mereka Laporkan!. Biar kita tahu apa akar masalahnya,” katanya dari sebrang telepon.
Editor. : Taman Haloho
Wartawan. : Dadang Setiawan










