SIMALUNGUN – DIAN24NEW
Terkait aksi demo terhadap Plt Kepala Sekolah SMAN 1 Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun R Hutabarat M.Pd minta diganti akhirnya terungkap oknum gurulah diduga sebagai dalang terjadinya aksi demo kemarin. Bahkan saat dilakukan mediasi yang digelar di Aula Kantor Camat Dolok Panribuan pada Jumat (21/7/2023) kemarin, terlihat siswa/i diduga pola pikir siswa/i telah dicuci oleh oknum guru tersebut.
Melihat kejadian ini, agar tidak terulang kembali, Dinas Pendidikan Provinsi Sumatra Utara diminta untuk tidak memandang sebelah mata persoalan ini. Pasalnya, anak didik banyak terjebak dan harus ikut berorasi sehingga dapat merusak akhlak, mental dan menset pola pikir siswa tersebut.
Informasi yang berhasil dihimpun, terungkap oknum gurulah yang menjadi sumber terjadinya aksi demo yang meminta agar Plt Kasek SMAN Dolok Panribuan R. Hutabarat,M.Pd dicopot dengan menuduhkan berbagai kesalahan.
Hal ini diungkapkan oleh beberapa siswa SMAN 1 Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun, yang meminta namanya dirahasiakan, saat ditemui di sekitaran Pekan Tiga Dolok Kecamatan Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun, sambil makan mie, Minggu (23/7/2023) sekira pukul 16.00 Wib
“Saat kami sampai di gerbang sekolah Kamis (20/7/2023) guru honorer Deva Manik sebagai korlap aksi yang memaksa kami bergabung untuk berdemo. Lantas kami tanya siapa yang menyuruh harus ikut dalam aksi tersebut Ia mengatakan Pak Horas P Manulang dan Barma Simanjuntak. Sebenarnya kami tidak mau ikut berdemo namun karena dipaksa kami jadi takut,” ucap beberapa siswa SMN I Dolok Pantibuan tersebut
Kemudian salah seorang Pengamat Pendidikan di Simalungun yang turut pada saat mediasi di Aula Kantor Camat Dolok Panribuan berinisial BG mengaku sangat prihatin dengan kejadian demo itu. Dimana, seharusnya anak didik tidak diikut sertakan dalam aksi demo, karena dapat merusak akhlak generasi penerus bangsa ini .
“Saya mengamati ada aktor intelektual pada kegiatan aksi demo kemarin. Ada indikasi Oknum guru – gurulah yang menjadi dalang aksi demo saat itu. Namun siswa – siswi dan orang tua di peralat. Dibuktikan pada hasil mediasi tidak ada bantahan guru-guru atas sanggahan Plt kepala sekolah, tetapi diduga Horas Manulang dan Barma Simanjuntak mengkondisikan salah seorang siswi inisial DS untuk membacakan catatan atau tulisan guru pada secarik kertas atas pencemaran nama baik Plt Kasek dan sangat janggal untuk didengarkan,” ucap BG.
Tidak hanya itu tampak Oknum guru juga menghadirkan orang tua alm Alboni Silaen guru sejarah dengan melakukan drama bahwa kematian guru tersebut adalah karena penekanan Plt Kasek.
Dibandingkan dengan penjelasan Plt Kasek R. Hutabarat M.Pd bahwa alm Alboni sakit karena mengidap penyakit kronis jauh sebelumnya dan seiring waktu hasil tes laboratorium bahwa kadar sel darah di dalam tubuh sudah minus alias kritis sehingga beberapa bulan sebelum meninggal tidak sanggup lagi mengajar sampai ajalnya.
Menurut Ilmu kesehatan kalau sudah penyakit sel darah merah dan putih sudah kronis jelas tubuh semakin lemah,” ucap BG
Maka untuk menjaga agar tidak merusak jiwa dan akhlak anak didik kedepan, saya sebagai pengamat pendidikan meminta kepada Dinas Pendidikan Sumatera Utara dan dalam hal ini Tim Binap Disdiksu dan Kacabdis Simalungun R. Zuhri Bintang agar segera menindak oknum guru yang diduga sebagai dalang aksi demo demi nama baik SMAN 1 Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun. Hal ini dilakukan agar tidak menular penyakit busuk Horas Manulang ke sekolah lain dan menganggap jikalau tidak suka dengan kebijakan Plt kasek untuk meningkatkan kualitas sekolah dengan serta merta guru membuat aksi demo, karena guru tersebut tidak lagi memberikan contoh etika yang baik untuk bersikap dalam sesuatu hal di sekolah,” tegas BG.
Editor. : Taman Haloho
Wartawan. : Matius Waruhu






