Model
Seremonial

Diskusi Publik DPC PIKI Siantar Dirangkai pengumuman Pemenang Lomba Menulis Esai/Artikel

58
×

Diskusi Publik DPC PIKI Siantar Dirangkai pengumuman Pemenang Lomba Menulis Esai/Artikel

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com

DPC PIKI Pematangsiantar menggelar Diskusi Publik dan Pengumuman pemenang Lomba Menulis Esai/Artikel Rumah tangga, Masyarakat dan Demokrasi Yang Bersih. 

Mengusung Thema ; “Peranan Kaum Intelektual untuk mengubah mindset masyarakat dalam memilih pemimpin” di hotel Grand palm Pematangsiantar, 16 November 2024.

Erlina Siahaan, Selaku ketua panitia pelaksana mengucapkan selamat Datang kepada seluruh hadirin dalam acara diskusi publik tersebut.

Kemudian, Diawali sambutan, Basrin Nababan, SE ; selaku Ketua Piki DPC Pematangsiantar menyampaikan peran dan dampak PIKI.

“Sebagai kaum intelektual, kita memiliki peran strategis membentuk opini kepada masyarakat,” jelas Basrin Nababan.

“Ad Caritas Et Veritas – Demi Kasih dan Kebenaran. acara ini resmi saya buka,” ucap Basrin.

Pemaparan Narasumber.

Pdt. Dr. Johnson P. Robinsar Siregar, M.Th, dalam pemaparannya menjelaskan, Seorang filsuf dari Amerika yang dikenal sebagai Bapak Linguistik Modern bernama Noam Chomsky dalam The Responsibility of Intellectuals mengatakan bahwa kelompok intelektual memiliki peran atau tanggung jawab untuk menyuarakan ‘kebenaran’ dan mengungkap kebohongan penguasa (to speak the truth and to expose the lies).

Baca Juga  Bagi-bagi Segitiga Pengaman, Polri Peduli

“Kelompok Intelektual harus mengambil bagian dalam momentum Pemilihan Umum sebagai bentuk tanggungjawab Gereja kepada masyarakat. Kaum Inteletual harus hadir untuk memberikan keyakinan serta menerangi agar Pemilihan Umum dapat menghasilkan pemimpin dan wakil rakyat yang berkualitas yang dapat melayani masyarakat. Kaum Inteletual harus hadir untuk mencegah praktik politik uang yang dapat membunuh demokrasi dan memiskinkan masyarakat,” Jelas Pdt. Dr. Johnson.

Hendra Simanjuntak, M.Pd dalam pemaparannya menjelaskan tentang dalam membangun masyarakat dan demokrasi yang bersih, dimulai dari rumah tangga kita sendiri.

“Menjaga kesehatan keluarga dan masyarakat. Pentingnya disiplin  diri dan tanggungjawab sosial. Menghindari korupsi dan sikap tidak etis yaitu integritas pribadi, penegakan hukum dan pengawasan masyarakat,” Jelas Hendra.

Baca Juga  Polres Samosir Bagikan Takjil kepada Masyarakat, Wujud Kepedulian Polri

Lebih lanjut, Hendra Yang juga seorang dosen di universitas Nomensen Pematangsiantar itu menyampaikan tentang demokrasi yang bersih, definisi dan konsep demokrasi.

“Tantangan demokrasi di Indonesia yaitu korupsi dan penyalahgunaan kekuasaan, polarisasi politik, lemahnya pengawasan, dan rendahnya partisipasi masyarakat,” jelas Hendra.

Dr. Dimpos Manalu dalam pemaparannya menjelaskan,  tentang, politik uang dan tantangan demokrasi di Indonesia. Dijelaskannya sejak orde baru hingga reformasi.

“Pemilu pasca orde baru dan politik uang, prevelensi politik uang 2009 – 2019,” dijelaskan Dr. Dimpos.

Diakhir pemaparannya, Dr. Dimpos yang juga seorang dosen di universitas Nomensen Medan itu menyampaikan tentang demokrasi butuh oposisi.

“Tolak politik uang,” terang Dr. Dimpos.

Baca Juga  Pemkab Simalungun Gelar Review Kinerja Penurunan Stunting, "Kerja Ekstra, Cerdas, dan Kolaboratif!"

Lalu sesi tanya jawab 

Dan terakhir pengumuman pemenang Lomba Menulis Esai/Artikel Rumah tangga, Masyarakat dan Demokrasi Yang Bersih. 

Tampak hadir dalam kegiatan: pengurus DPC PIKI Pematangsiantar, DPC PIKI Tebing tinggi, dan DPC PIKI Simalungun, Dewan Pakar, Dewan penasehat, PWKI Pematangsiantar, PWKI Simalungun,  GAMKI Pematangsiantar, Utusan PERSURA, GMKI dan PMKRI cabang Siantar – Simalungun. 

 

Editor.        :   Taman Haloho

Wartawan :    A Sitorus