SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com
Salah seorang oknum dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kota Touris Parapat, dr. Menti Siburian, menunjukkan sikap arogan ketika hendak diwawancarai terkait kondisi pasien korban anarkis. Dokter tersebut menolak diwawancarai dan menyuruh staf untuk mengamankan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya. Ini merupakan kali kedua sikap arogan ditunjukkan oleh oknum pejabat di RSUD Kota Touris Parapat.
Sikap arogan yang di tunjukan salah satu oknum dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (UGD) Kota Touris Parapat terjadi Senin 22 September 2025 ketika awak mesdia hendak konfirmasi terkait pasien korban anarkis yang sedang ditanganinya
Awalnya, jurnalis mengetahui adanya dua orang korban luka-luka yang sedang ditangani di Rumah Sakit Umum Daerah (UGD) Kota Touris Parapat dan dengan sopan minta izin terlebih dahulu mohon mau wawancara perihal kondisi ke dua korban kepada sang dokter
“Mohon izin ibu dokter izin konfirmasi perihal kondisi ke dua korban anarkis yang terjadi di Nagori Sihaporas Kecamatan Pematang Sidamanik Kabupaten Simalungun, Namun dr. Menti Siburian yang saat itu bertugas usai menangani pasien langsung mengatakan ngak bersedia
Usai menyebutkan tidak bersedia untuk diwawancarai terkait kondisi ke dua korban. Ia juga menyuruh agar pihak korban lah yang diwawancarai sembari menyuruh staf agar mengamankan wartawan yang sedang menjalankan tugas jurnalistiknya
“Hehehe kalian amankan wartawan ini, ada wartawan disini kalian amankan,”kata dr. Menti Siburian yang bertugas di Rumah Sakit Umum Daerah (UGD) Kota Touris Parapat kepada stafnya dengan nada jutex yang seolah-olah sang wartawan penjahat
Sebelumnya, saya udah minta wawancara kepada direktur Rumah Sakit Umum Daerah (UGD) Kota Touris Parapat dr Amran Situmorang. Lalu direktur mengatakan sebaiknya abang wawancara dengan dokter yang menangani pasien, karena yang tau kondisi kedua korban dokter yang menangani,”ucapnya
Sikap kesombongan dan arogan yang ditunjukkaan oknum dokter di Rumah Sakit Umum Daerah (UGD) Kota Touris Parapat merupakan yang ke sekian kalinya, Sebelumnya juga pernah terjadi kepada pejabat yang berbentuk penonaktipan direktur beberapa bulan yang lalu. (Nsi)







