Model

Model

Model
Simalungun

Kasus Vidio Syur Oknum Pangulu Diduga Mesum Sama Stafnya Diproses, Zonny Waldi : Minta Waktu 12 Hari

35
×

Kasus Vidio Syur Oknum Pangulu Diduga Mesum Sama Stafnya Diproses, Zonny Waldi : Minta Waktu 12 Hari

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – DIAN24NEW

Wakil Bupati Kabupaten Simalungun Zonny Waldi mengatakan, pihaknya tengah meminta waktu 12 hari untuk memproses aduan warga terkait kasus vidio syur diduga oknum Pangulu mesum dengan stafnya tersebut. Bahwa, pihaknya juga perintahkan agar Inspektorat dan juga Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Simalungun untuk memeriksa oknum pangulu tersebut. 

Model

“Setelah menerima laporan warga, Saya telah perintahkan Inspektorat dan BKD untuk melakukan penyelidikan dan pemeriksaan. Saya minta itu tim bekerja. Sudah adalah timnya, tim sedang bekerja. Jangan diulur-ulur karena surat orang sudah masuk sebulan yang lalu. Jadi saya tidak mau ada kegaduhan di desa,” ujarnya dihubungi wartawan, Minggu (27/8/2023).

Terkait aduan masyarakat, dikatakan Zonny Waldi bahwa hal itu masih dugaan perbuatan perzinahan. Pihaknya juga tidak mau ada kegaduhan, apalagi ini menjelang masa-masa politik. Tentu hal begitu tidak boleh dibawa ke ranah politik.

“Mereka malu, jadi saya katakan itu masih dugaan biarkan tim bekerja 12 hari. Baru nanti tim melapor pada kami, kepada Bupati. Nanti Bupati yang menyimpulkan. Jika terbukti tentu ada sanksinya, jika tidak terbukti dipulihkan nama baik orang,” ucapnya.

“Tapi memang jika terbukti, tentunya ada sanksi yang diberikan. Orang rakyat sudah tidak mau menerimanya lagi. Jadi keluhan masyarakat kita terima. Karena sudah sebulan dimasukkan mereka surat. Di Kampungnya, mereka pun juga sudah melakukan aksi unjuk rasa,” pungkasnya. 

Sebelumnya, diberitakan vidieo syur oknum Pangulu atau Kepala Desa (Kades) diduga mesum dengan seorang pegawai perangkat desa (stafnya) belakangan ini beredar hingga membuat warga di Nagori Baja Dolok, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut), resah hingga melakukan aksi unjuk rasa (Unras) ke kantor Bupati Simalungun di Raya.

Bahkan dengan adanya video tersebut, sejumlah masyarakat, seperti tokoh nagori dan yang lainnya melakukan unjuk rasa di Kantor Bupati Simalungun di Raya. Unras itupun dilakukan agar Pemkab Simalungun dapat memberikan tindakan.

Wakil Ketua Maujana Nagori Baja Dolok Kustiarno mengatakan, masyarakat melakukan Unras pada Jumat (25/8/23) kemarin. Akibat dari tindakan oknum Kades yang dirasa telah meresahkan. Diantaranya terkait dugaan video mesum, lalu tindakan lainnya yang dirasa masyarakat tidak tepat yakni soal pengerjaan proyek yang dikerjakan Pangulu Nagori Baja Dolok berinisial JN.

“Warga melakukan aksi unjuk rasa, terkait dengan video itu. Dan Informasi lainnya terkait pengerjaan proyek yang berasal dari Dana Desa, tidak dikerjakan keseluruhan. Tapi itukan perlu hasil auditnya, biar jelas,” ujar Kustiarno.

Terkait dugaan video asusila itu. Oknum pangulu itu pun dikabarkan juga telah menikahi wanita yang ada didalam video. Padahal menurut warga, oknum Kades tersebut telah memiliki istri yang berstatus PNS.(red/mstr)