Model
Pematangsiantar

Inflasi di Pematangsiantar Meningkat Akibat Kenaikan Harga Cabai Merah

53
×

Inflasi di Pematangsiantar Meningkat Akibat Kenaikan Harga Cabai Merah

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com

Harga cabai merah menjadi penyumbang utama tingginya inflasi di Kota Pematangsiantar periode September 2025. Untuk inflasi month to month (mtm) Kota Pematangsiantar mengalami inflasi 0,47 persen. Sedangkan year on year (yoy) inflasinya cukup tinggi, 5,84 persen, yang menjadi tertinggi kedua di Provinsi Sumatera Utara (Sumut) setelah Kabupaten Deliserdang, yakni 6,81 persen.

Untuk inflasi Provinsi Sumut pada bulan yang sama 0,65 persen (mtm) dan 5,32 persen (yoy). Sementara inflasi nasional tercatat lebih rendah, yakni 0,21 persen (mtm) dan 2,65 persen (yoy).

Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam (SDA) Setdako Pematangsiantar Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP, Jumat (17/10/2025) menerangkan inflasi Kota Pematangsiantar dipengaruhi kenaikan harga cabai merah (0,50 persen), emas perhiasan (0,09 persen), dan cabai hijau (0,07 persen).

Baca Juga  Pematangsiantar Siap Gelar Malam Takbir Keliling dan Sholat Idul Fitri dengan Meriah

“Pada bulan September ini telah melewati periode waktu panen, khususnya di wilayah sentra produksi seperti Simalungun, Karo, dan Batubara. Kombinasi faktor cuaca, biaya produksi, dan ketidakseimbangan pasokan-permintaan menjadi pemicu utama inflasi,” terang Sari.

Menurut Sari, cabai merah memengaruhi inflasi karena harganya yang fluktuatif dan sensitif terhadap cuaca buruk yang menyebabkan pasokan berkurang, biaya transportasi yang meningkat, dan distribusi yang tidak lancar. Kenaikan harga cabai menjadi pemicu utama inflasi, terutama pada kelompok bahan makanan, karena cabai merupakan komoditas pokok yang penting bagi sebagian besar masyarakat. 

Untuk menekan laju inflasi, lanjut Sari, Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Pematangsiantar menggelar Pasar Murah dan Gerakan Pangan Murah (GPM) di setiap kecamatan. Di pasar murah dan GPM, selain menyediakan bahan pokok seperti beras, minyak goreng, dan gula pasir, juga ada cabai merah.

Baca Juga  Hari Pertama Masuk Kerja, Wali Kota Siantar Rayakan Hari Guru Nasional 

“Cabai merah sebagai komoditi yang menjadi penyumbang inflasi tertinggi di Kota Pematangsiantar tentunya menjadi perhatian berbagai pihak, termasuk Pemerintah Kota Pematangsiantar bersama TPID,” sebut Sari. 

Sari berharap, di bulan Oktober ini, inflasi Kota Pematangsiantar bisa terkendali seiring turunnya harga cabai merah

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn di sela-sela acara peringatan Hari Pangan Sedunia di Lapangan Adam Malik, Kamis (16/20/2025) mengajak masyarakat untuk memanfaatkan pekarangan dengan menanam berbagai tanaman, termasuk cabai merah. Hal ini, katanya, paling tidak bisa mengurangi pengeluaran rumah tangga. Apalagi harga cabai merah terus mengalami fluktuasi. 

Dirinya sendiri, telah berupaya memanfaatkan pekarangan rumah dinas wali kota di Jalan MH Sitorus Kelurahan Teladan Kecamatan Siantar Barat, dengan menanam berbagai tanaman pangan, termasuk cabai merah, jeruk kesturi, dan lainnya. 

Baca Juga  APBD Pematangsiantar 2026 Disetujui! Rp974,7 Miliar, Fokus "Cerdas, Sehat, Kreatif, Selaras"

“Terbukti, cabai merah tumbuh subur dan sudah bisa dipanen. Bisa dilihat langsung ke rumah. Jadi, mari kita manfaatkan pekarangan untuk menanam berbagai tanaman pangan,” katanya.

Wesly juga menyambut baik kegiatan Lomba Memasak Menggunakan Pasta Cabai sebagai rangkaian peringatan Hari Pangan Sedunia. 

“Sudah ada cabai dalam bentuk pasta. Ini upaya menyimpan cabai untuk jangka waktu lebih lama dibandingkan menyimpan cabai segar. Semoga pasta cabai bisa mengurangi ketergantungan masyarakat menggunakan dan mengonsumsi cabai segar,” tukas Wesly. (ril/th)