Model
KriminalNasionalPematangsiantarPeristiwaRegional

Penikaman Berdarah di Kafe Lotta Pematangsiantar

300
×

Penikaman Berdarah di Kafe Lotta Pematangsiantar

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Suasana dini hari di Kota Pematangsiantar mendadak mencekam. Seorang pria bernama Andre Perwira, warga Desa Silulu, Kecamatan Gunung Malela, Kabupaten Simalungun, ditemukan tewas diduga akibat penikaman brutal di Kafe Lotta, Jalan Kartini Bawah, Kecamatan Siantar Barat, Jumat (16/1/2026) sekitar pukul 03.37 WIB.

Informasi yang dihimpun Dian24new.com, sebelum peristiwa berdarah itu terjadi, korban datang ke lokasi bersama lima orang rekannya sekitar pukul 23.00 WIB. Mereka tampak berkumpul, bersantai, dan menikmati waktu malam. Namun, ketenangan tersebut berubah menjadi kepanikan ketika insiden mengerikan terjadi secara tiba-tiba.

Korban diduga mengalami luka tusuk serius di bagian dada hingga bersimbah darah. Suasana kafe seketika ricuh, para pengunjung panik dan berhamburan menyelamatkan diri. Meski sempat mendapat pertolongan, nyawa Andre Perwira tidak tertolong akibat luka parah yang dideritanya.

Baca Juga  Sambut HUT Ke-72, Humas Polri Gelar Penanaman Mangrove Serentak di 35 Titik Se-Indonesia

Usai kejadian, korban dievakuasi ke RSUD dr Djasamen Saragih Pematangsiantar. Selanjutnya, jasad korban dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi untuk keperluan autopsi guna kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Kapolres Pematangsiantar melalui jajarannya membenarkan adanya peristiwa penikaman tersebut. Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku serta motif di balik aksi berdarah itu.

Sementara itu, pemilik Kafe Lotta, Johannes, didampingi rekannya Rio, memberikan klarifikasi. Ia menyebutkan bahwa pada saat kejadian, kafe sebenarnya sudah dalam kondisi tutup. Namun, karena adanya keramaian di luar, korban disebut penasaran dan mencoba melihat ke arah luar kafe hingga insiden penikaman terjadi.

“Kami menduga ada cekcok dengan kelompok geng motor. Informasinya, konflik seperti ini juga pernah terjadi sebelumnya,” ujar Johannes saat mendatangi Polres Pematangsiantar, Jumat (16/1/2026) sore sekitar pukul 15.00 WIB.

Baca Juga  Pemkot dan Polres Siantar Salurkan Bantuan Pertanian untuk Petani Jagung

Johannes menegaskan, pihaknya sepenuhnya menyerahkan penanganan kasus tersebut kepada aparat penegak hukum. Ia juga mengaku baru mengetahui peristiwa itu pada Jumat siang. “Kami dapat kabar sekitar pukul 12.00 WIB setelah bangun,” ungkapnya.

Terpisah, Kapolsek Siantar Barat IPTU Raja Kaya Haloho saat dikonfirmasi Sabtu (17/1/2026) menyampaikan bahwa penanganan kasus sudah diambil alih oleh Sat Reskrim Polres Pematangsiantar.“Kasus ini telah ditangani langsung oleh Sat Reskrim Polres Pematangsiantar,” singkatnya. Hingga saat ini, polisi masih memburu pelaku dan terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi. Penyelidikan mendalam terus dilakukan guna mengungkap secara tuntas pelaku serta motif di balik peristiwa yang merenggut nyawa korban tersebut..(***)