Model
EkonomiNasionalPeristiwaPolitikRegionalSeremonialTeknologiUncategorized

Bupati Samosir Turun ke Sawah, Operasikan Combine Harvester Program Taksi Alsintan di Nainggolan

146
×

Bupati Samosir Turun ke Sawah, Operasikan Combine Harvester Program Taksi Alsintan di Nainggolan

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR I DIAN24NEW.COM
Hamparan sawah di Desa Sibonor Oppuratus, Kecamatan Nainggolan tampak semarak. Bulir padi menguning siap panen, suara combine harvester menggema jadi simbol perubahan pertanian Samosir.

Bupati Samosir Vandiko T. Gultom turun langsung ke sawah, sapa petani, pantau pemanfaatan alat, bahkan ikut operasikan combine harvester bersama warga, Selasa 6 Mei 2026.

Kehadiran Bupati jadi bukti komitmen Pemkab pastikan bantuan dirasakan rakyat. Turut mendampingi Kadis Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan Tumiur Gultom, Kadis Kominfo Immanuel Sitanggang, serta Kabid Perekonomian Bapperida Rikardo Simbolon.

Combine harvester bagian dari program Taksi Alsintan mampu gabungkan tiga tahapan panen: pemotongan, perontokan, dan pembersihan gabah. Proses panen jadi lebih cepat, bersih, dan hemat biaya dibanding manual.

Baca Juga  Wabup Samosir Hadiri HUT ke-193 Simalungun, Dorong Pererat Kerja Sama Daerah

Bupati Vandiko tegaskan alat ini bentuk keberpihakan pemerintah ke petani. Bantuan combine harvester diperoleh dari Kementan RI atas usulan Pemkab Samosir tahun lalu.

“Hari ini kita panen bersama petani sekaligus melihat fungsi bantuan Kementan berupa combine harvester ini benar-benar dipergunakan dan dirasakan masyarakat. Kita lihat petani sudah bisa panen dan alat ini kita turunkan membantu petani,” ujar Vandiko.

Menurut Vandiko, pertanian tulang punggung ekonomi Samosir. Modernisasi harus didorong agar kesejahteraan petani meningkat.

Di bawah terik matahari, Vandiko naik ke atas mesin dan ikut panen. “Saya senang melihat masyarakat bisa panen dengan cepat dan mudah. Alat ini mempermudah proses panen. Saya senang sekali melihat keadaan saat ini, masyarakat terbantu,” ungkapnya.

Baca Juga  Siswa SMA di Samosir Bunuh Diri, Diduga Dipicu Tekanan Ekonomi. Rapidin: "Pemkab Samosir lalai, tidak hadir bagi warga miskin."

Vandiko tegaskan alat bukan hanya milik kelompok penerima. Lewat konsep Taksi Alsintan, alat bisa dipakai masyarakat lain dengan sewa terjangkau. “Yang paling penting masyarakat terbantu dari sisi waktu dan biaya,” tambahnya.

Kadis Tumiur Gultom jelaskan hasil sewa dikelola kelompok untuk operasional, perawatan, dan perbaikan mesin. “Taksi Alsintan ini bertujuan agar petani mandiri dan produktif. Setelah selesai panen di wilayahnya, alat bisa disewakan untuk menambah pendapatan kelompok,” jelas Tumiur.

Penggunaan combine harvester percepat masa panen dan dorong peningkatan indeks tanam. Petani ditargetkan capai lima kali panen dalam dua tahun. Samosir kini punya empat unit combine harvester, satu unit difungsikan sebagai Taksi Alsintan.

Baca Juga  Kapolres Pimpin Pisah Sambut Kabag Ops, Kasat Reskrim dan Pelepasan Personel yang Purnabhakti

Petani Baktiar Sinaga akui sangat terbantu. “Kami berterima kasih kepada Bupati Samosir yang telah menggiring bantuan dari Kementan. Kami bahagia karena biaya bisa lebih murah dan banyak keringanan,” ujarnya.

Menurut Baktiar, panen manual dua rante butuh tujuh tenaga kerja dengan biaya Rp800 ribu. Pakai combine harvester cukup Rp200 ribu, hasil lebih cepat, bersih, dan tetap efektif saat hujan.

Langkah Vandiko hadirkan bantuan alsintan gambarkan arah pembangunan Samosir yang tak hanya fokus pariwisata, tapi juga penguatan pertanian sebagai fondasi ekonomi rakyat. (***)