Model
MingguanNasionalPeristiwaPolitikRegionalTeknologiUncategorized

Siswa SMA di Samosir Bunuh Diri, Diduga Dipicu Tekanan Ekonomi. Rapidin: “Pemkab Samosir lalai, tidak hadir bagi warga miskin.”

433
×

Siswa SMA di Samosir Bunuh Diri, Diduga Dipicu Tekanan Ekonomi. Rapidin: “Pemkab Samosir lalai, tidak hadir bagi warga miskin.”

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR I DIAN24NEW.COM
Siswa kelas X SMA di Simanindo, Samosir, PJS (15), ditemukan meninggal dunia dengan dugaan bunuh diri di rumahnya. Dugaan sementara, korban stres karena tekanan ekonomi, sering meminta kebutuhan sekolah yang tak terpenuhi. Rapidin Simbolon, Anggota DPR RI: “Pemkab Samosir lalai, tidak hadir bagi warga miskin.”

Siswa kelas X SMA di Simanindo Kabupaten Samosir Propinsi Sunatera Utara (Sumut), PJS (15), diduga bunuh diri di rumahnya, Senin (30/3/2026) sekitar pukul 05.30 Wib.

Ia putus asa dengan keadaan yang dialaminya, karena dipicu ekonomi keluarga. Peristiwa memilukan ini dinilai menjadi tamparan keras bagi semua pihak, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir dan harus menjadi perhatian serius agar tak terulang.
Korban ditemukan dalam kondisi tergantung di kamar mandi oleh ayah kandungnya, Tunggul Sidabutar (63), saat mencari korban di pagi hari. Berdasarkan keterangan yang dihimpun, sang ayah yang baru bangun tidur mendapati anaknya berada di kamar mandi dalam kondisi tidak bernyawa. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan.

Peristiwa itu pun mengejutkan warga sekitar dan langsung dilaporkan kepada aparat setempat untuk penanganan lebih lanjut.

Kapolsek Simanindo, Iptu Ramadan Siregar, mengatakan dugaan sementara korban mengakhiri hidupnya dipicu tekanan ekonomi keluarga. Kondisi tersebut diduga memicu stres dan kekecewaan yang dialami korban.

Baca Juga  Rapat Paripurna IX, Penyampaian Laporan Hasil Reses II DPRD Siantar, Wali Kota dr Susanti : Pemko Telah Menerima Laporan Hasil Pelaksanaan Reses II Tahun 2023.

Menurut keterangan, korban sebelumnya beberapa kali meminta kebutuhan sekolah kepada orang tuanya, namun belum dapat dipenuhi karena keterbatasan ekonomi.

“Dugaan sementara karena faktor ekonomi. Korban diduga mengalami stres dan kekecewaan,” ujar Kapolsek.

Korban pertama kali ditemukan oleh ayahnya, Tunggul Sidabutar, saat mencari keberadaan anaknya di pagi hari. Biasanya, korban sudah berada di kamar mandi pada waktu tersebut.

Saat dicek, sang ayah mendapati anaknya sudah dalam kondisi tergantung. Ia kemudian berteriak meminta pertolongan dan berusaha menurunkan korban. Istri dan anak lainnya yang mendengar teriakan tersebut langsung terbangun dan histeris.

Informasi kejadian kemudian dilaporkan ke perangkat desa serta aparat keamanan, termasuk Bhabinkamtibmas dan Babinsa. Saat petugas tiba di lokasi, korban masih berada di kamar mandi dengan posisi tergantung dan kedua kaki menyentuh lantai.

Petugas kemudian melakukan penanganan awal serta mengumpulkan keterangan dari pihak keluarga dan saksi di lokasi.

Kepala desa setempat mengungkapkan bahwa keluarga korban memang kerap mengalami konflik. Sejak orang tua korban mengalami pemutusan hubungan kerja (PHK), kondisi rumah tangga disebut sering diwarnai pertengkaran.

Situasi tersebut diduga turut memengaruhi kondisi psikologis korban hingga berujung pada peristiwa tragis ini

Rapidin Simbolon : Kemana Pemkab Samosir

Mendapat khabar ada seorang Siswa kelas X SMA di Simanindo Kabupaten Samosir Propinsi Sumatera Utara (Sumut), nekat mengakhiri hidupnya dengan gantung diri, Anggota Komisi XII DPR RI, Rapidin Simbolon, yang juga merupakan eks Bupati Samosir periode 2016–2021, menyampaikan belasungkawa yang mendalam.

Baca Juga  Tanggul Sungai Asahan Jebol, Rumah Warga di Asahan Terendam Banjir

“Sangat miris mendengar khabar ini dan mengucapkan duka cita yang dangat mendalam,” sebut Ketua DPD PDI Perjuangan Sumatera Utara itu kepada awak media, Selasa (31/3/2026).

Rapidin mengatakan jika dugaan itu benar, yang paling bertanggungjawab adalah Pemerintah, khususnya Pemerintah Daerah Kabupaten Samosir.

Menurutnya, pemerintah atau negara lalai dan tidak hadir bagi mereka yang miskin dan terlantar, ” sesuai pasal 34 ayat 1 UUD 1945 menyatakan fakir miskin dan anak – anak terlantar dipelihara oleh nagara,” ucapnya.

Dimana penanganannya, kata Rapidin, mencakup pemenuhan dan perlindungan sosial agar mereka mandiri dan hidup layak.

“Kemana Pemerintah Kabupaten Samosir, sebagai perpanjangan tangan pemerintah pusat, apakah tidak memperhatikan warganya, yang dihimpit oleh kemiskinan amat luar biasa,” imbuhnya

Sesuai fakta dilapangan disampaikannya Pemkab Samosir tidak juga mengantisipasi dampak kemarau yang sudah berlangsung cukup lama

” Sama sekali tidak ada kebijakan jaring pengaman sosial, malah pemerintah asyik berpesta ria, dengan mendatangkan band papan atas, band Ungu menghabiskan anggaran miliaran rupiah,” tegasnya

Ia menilai bahwa Bupati Samosir lebih mengutamakan kehidupan yang begitu mewah dengan membeli mobil dinas seharga Rp 3,1 Miliar, ditengah warganya didera kemiskinan dan tekanan ekonomi.

Baca Juga  Dugaan Korupsi Disdik Siantar, Apa Khabarnya ?

” Parahnya lagi, Kepala Dinas Sosialnya mendekam dalam penjara, akibat korupsi memutilasi bantuan sosial dari Kemensos, yang diperuntukan bagi warga Sihotang yang terdampak akibat banjir bandang,” ungkapnya miris.

Kejadian ini menurut Rapidin Simbolon harus menjadi pelajaran yang berharga. “Pemkab Samosir selalu tampil percaya diri di Medsos, seperti buzzer mem bully setiap kritikan, tak pernah memikirkan warga yang ekonominya tertekan,” ungkapnya.

Jika seorang siswa SMA meninggal bunuh diri akibat himpunan ekonomi, dikatakannya, perlu ditanyakan hati nurani Vandiko Timotius Gultom dan kinerja aparatur Pemkab Samosir

” Jangan hanya massive, untuk mengiklankan keberhasilan, namun hasil yang didapatkan kemiskinan terjadi dimana – mana, betul – betul ruyam,”sebutnya

Ia juga miris melihat fakta, bahwa Bupati Vandiko Timotius Gultom jarang terlihat di daerah, tidak pernah turun ke tengah -tengah masyarakat melihat keadaan kehidupan nyata.

” Bupati asyik diluar kota, menghabiskan anggaran untuk perjalanan dinas, sementara masyarakat tertekan kemiskinan,” sebutnya.

Ia sarankan ke Pemerintah Pusat harus turun tangan langsung untuk membantu Kabupaten Samosir menangani dan mengatasi kemiskinan yang sudah menjalar ke setiap pelosok desa. (***)