SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Komitmen sosial Pemko jalan. Rabu 24/06/2026 sore, Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn salurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau DBHCHT di Kantor Dinsos P3A, Jl. Dahlia, Kel. Simarito, Kec. Siantar Barat. Begitu tiba Wesly langsung sapa warga penerima manfaat.
Tahun anggaran 2026, Pemko Pematangsiantar salurkan BLT DBHCHT ke 554 penerima manfaat. Per orang dapat Rp1.200.000, dibagi 3 tahap:
1. Tahap I: Rp400.000 cair Juni 2026
2. Tahap II: Rp400.000 cair Juli 2026
3. Tahap III: Rp400.000 cair September 2026
Wesly: “Program ini bentuk perhatian dan komitmen pemerintah lindungi sosial warga, khususnya kelompok yang butuh dukungan hadapi tantangan ekonomi saat ini.”
Ia berharap bantuan penuhi kebutuhan dasar, ringan beban rumah tangga, naikkan kesejahteraan. “Nilainya mungkin nggak penuhi semua kebutuhan, tapi harap manfaatnya nyata buat keluarga penerima,” katanya.
Wesly tegaskan Pemko berkomitmen proses salur tepat sasaran, transparan, akuntabel, sesuai ketentuan. “Kami ajak semua pihak dukung dan awasi program ini biar manfaat optimal ke warga yang berhak,” ujarnya.
Apresiasi disampaikan ke Dinsos P3A, camat, lurah dan jajaran yang kerja keras data, verifikasi, salur bantuan. Pesan ke penerima: pakai bijak untuk prioritas – pangan, kesehatan, pendidikan anak, kebutuhan penting keluarga.
“Lewat program ini kita perkuat semangat kebersamaan, gotong royong, kepedulian sosial. Pemerintah terus hadirkan program berpihak ke masyarakat demi Siantar Cerdas, Sehat, Kreatif, Selaras,” sebut Wesly sambil buka acara penyaluran.
Hadir, Forkopimda, Sekda Junaedi Antonius Sitanggang SSTP MSi, Asisten dan Staf Ahli, Kadis Dinsos P3A Agustina Bulan Lasma Sihombing SSos MSi, pimpinan OPD, Kabag Perekonomian & SDA Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP, dan perwakilan PT STTC.
DBHCHT, dana dari cukai rokok yang dikembalikan ke daerah. Politiknya: Wesly main di jaring pengaman sosial. Ekonomi: Rp400rb/tahap bantu daya beli warga rentan, apalagi pasca kebakaran Pasar Dwikora dan harga pokok naik. Sosial: pesan “pakai bijak”, cegah bantuan habis untuk konsumtif.
Tantangan: pengawasan. Kalau data 554 penerima valid dan penyaluran 3 tahap lancar, DBHCHT jadi bukti negara hadir tanpa pilih kasih. (ril/th)







