SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Kelanjutan pembangunan Jalan Tol Simpang Panei-Parapat menjadi agenda utama audiensi Bupati Simalungun Dr H Anton Achmad Saragih dengan Direktur Jenderal Kekuatan Pertahanan Dirjen Kuathan Kemhan RI H Haris Haryanto di Jakarta, Selasa 22/9/2026.

Pertemuan membahas pengembangan infrastruktur strategis Simalungun, termasuk tol Simpang Panei-Parapat yang berperan penting bagi konektivitas wilayah, pertumbuhan ekonomi, pariwisata, sekaligus penguatan infrastruktur pertahanan di Sumut.
Bupati didampingi Sekda Mixnon Andreas Simamora, Dinas PUTR dan Bapperida. Dirjen Kuathan didampingi Direktur Fasjas Ditjen Kuathan beserta jajaran.
Ruas Tol Simpang Panei-Parapat direncanakan sepanjang 40,36 km, sekitar 38 km melintasi wilayah Kabupaten Simalungun. Diharapkan membuka akses konektivitas lebih baik menuju Parapat dan Danau Toba, serta memperkuat keterhubungan Simalungun dengan jaringan tol nasional.
Proses perencanaan memasuki tahap penyusunan Basic Design dan Feasibility Study progres sekitar 90 persen, melibatkan BUJT PT Hutama Marga Waskita bersama Kementerian PUPR.

Pemkab Simalungun memandang proyek ini langkah strategis mendorong ekonomi daerah. Selain memperlancar mobilitas, tol diproyeksikan berdampak pada perdagangan, investasi, pariwisata, dan PAD.
“Dengan sekitar 38 kilometer ruas tol berada di wilayah kami, pemerintah daerah berharap proses perencanaan dan tahapan pembangunan dapat terus berlanjut hingga terealisasi,” ujar Bupati.

Bupati menegaskan tol ini bukan sekadar fisik, tapi masa depan konektivitas dan ekonomi Simalungun. Selain akses Danau Toba, diharapkan membuka peluang investasi, memperlancar distribusi barang jasa, menciptakan aktivitas ekonomi baru, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Secara politik ekonomi pembangunan, Pemkab juga menyampaikan gagasan strategis agar sebagian desain tol dipertimbangkan sebagai landasan darurat pesawat tempur, lokasi sekitar 3 km dari pintu Tol Simpang Panei. Konsep diusulkan terintegrasi sejak tahap perencanaan Basic Design, agar aspek pertahanan menyatu dengan infrastruktur sipil secara optimal.

Kemhan menyambut positif. Integrasi fungsi pertahanan sejak awal dinilai memberi manfaat strategis dan menghindari penyesuaian konstruksi besar di masa depan. Infrastruktur tidak hanya konektivitas ekonomi, tapi memperkuat ketahanan wilayah nasional.
Pembangunan tol Simpang Panei-Parapat menjadi simbol sinergi pusat-daerah antara kepentingan ekonomi, pariwisata Danau Toba, dan pertahanan negara. (ril/th)







