BATAM | DIAN24NEW.COM
Lapas Batam bersama TNI, Polri, dan BNN Kota Batam melaksanakan razia gabungan serta tes urine terhadap warga binaan sebagai langkah preventif deteksi dini dan mencegah gangguan kamtib di Lapas Batam.

Kegiatan diawali apel dan koordinasi bersama seluruh unsur, dilanjutkan razia dan pemeriksaan seluruh blok hunian. Petugas memeriksa menyeluruh kamar dan area hunian dengan mengedepankan prinsip keamanan, ketertiban, serta pelaksanaan humanis sesuai ketentuan.
Selain razia, dilakukan tes urine sebagai deteksi dini penyalahgunaan narkotika. Keterlibatan BNN Kota Batam menjadi bentuk nyata sinergi lintas instansi dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika di lingkungan pemasyarakatan.
Kalapas Batam Yosafat Rizanto menyampaikan razia gabungan langkah konkret memastikan blok hunian aman kondusif.
“Razia ini merupakan bagian dari deteksi dini yang kami lakukan untuk mencegah gangguan keamanan dan ketertiban. Dengan dukungan TNI, Polri, dan BNN, kami ingin memastikan seluruh blok hunian Lapas Batam tetap aman, tertib, dan kondusif. Pengawasan dan langkah preventif akan terus kami lakukan secara konsisten,” ujar Yosafat.
Sementara Kepala BNN Kota Batam Kombes Pol I Gede Nakti Widhiarta menyampaikan sinergi antarinstansi sangat diperlukan memperkuat pencegahan narkotika di Lapas.
“Sinergi seperti ini sangat penting untuk melakukan deteksi dini terhadap potensi penyalahgunaan narkotika. BNN Kota Batam terus mendukung langkah Lapas dalam menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang aman dan bersih dari narkoba,” ungkapnya.
Secara politik keamanan, razia gabungan ini menegaskan komitmen negara menghadirkan Lapas yang bersih, aman, dan bebas narkoba. Kolaborasi TNI-Polri-BNN dan pemasyarakatan menjadi kunci menjaga stabilitas keamanan, memperkuat wibawa hukum, dan mencegah Lapas menjadi celah peredaran gelap narkotika. (th/gokkon)







