Example 120x600
MingguanNasionalRegionalSeremonial

Bupati Samosir dan Yayasan Santo Yoseph Sepakat Percepat SMA Plus Berasrama Santo Mikael

223
×

Bupati Samosir dan Yayasan Santo Yoseph Sepakat Percepat SMA Plus Berasrama Santo Mikael

Sebarkan artikel ini

SAMOSIR | DIAN24NEW.COM
Cita-cita menghadirkan sekolah menengah unggulan berasrama di Kabupaten Samosir menemukan titik terang. Pemerintah Kabupaten Samosir bersama Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar sepakat mempercepat pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan. Pembangunan asrama ditargetkan mulai tahun ini dan penerimaan peserta didik baru direncanakan tahun ajaran 2027.

Komitmen tersebut mengemuka dalam kunjungan balasan Bupati Samosir Vandiko T Gultom ke Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar Senin 02/11/2026. Kunjungan ini menjadi penegasan keseriusan Pemkab Samosir dalam mendukung hadirnya lembaga pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada prestasi akademik tetapi juga pembentukan karakter, iman, kepemimpinan, disiplin, serta kecakapan menghadapi perkembangan teknologi dan budaya digital.

Kehadiran SMA Plus ini diharapkan menjadi investasi sumber daya manusia untuk menyiapkan generasi muda yang mampu membawa nama Samosir lebih jauh. Sekolah dirancang dengan motto Educating compassionate future leaders for God, humanity, and the integrity of creation. Memberikan prioritas bagi putra-putri Samosir termasuk dari keluarga kurang mampu.

Ketua Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar Pastor Fridolinus Simanjorang menyambut baik kehadiran Bupati Samosir secara langsung. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi dorongan kuat bagi yayasan untuk mempercepat rencana yang telah dibahas bersama Pemkab Samosir.

“Suatu kehormatan bagi kami. Kami sangat bangga dan bersyukur, bapak menjadi Bupati pertama yang hadir di Yayasan Santo Yoseph. Ini menjadi dorongan dan motivasi bagi kami untuk semakin mempercepat program yang sudah dibahas bersama Pemerintah Kabupaten Samosir,” ujar Pastor Fridolinus.

Baca Juga  Bunda PAUD Simalungun Terima Kunjungan Pokja PAUD, Bahas Ketahanan Pangan

Pembangunan SMA Plus Santo Mikael juga mendapat dukungan penuh dari Uskup Agung Medan. Yayasan berkomitmen segera memulai tahapan pembangunan tahun ini dan membuka penerimaan siswa baru tahun ajaran 2027. Untuk tahap awal SMA Santo Mikael akan dimanfaatkan sebagai lokasi pembelajaran sembari pembangunan kompleks SMA Plus dan asrama dilaksanakan. Yayasan menargetkan dalam dua tahun ke depan seluruh aktivitas pendidikan dapat sepenuhnya dipusatkan di kompleks SMA Plus.

“Kita harus bergerak cepat. Pada masa periode Pak Bupati, SMA unggul ini sudah harus terwujud dan diresmikan. Dengan sambutan dan dukungan Pak Bupati, kami yakin pembangunan SMA Plus ini akan berhasil. Yayasan Santo Yoseph siap berkolaborasi demi kemajuan dan mutu pendidikan di Samosir,” ungkap Pastor Fridolinus.

Konsep pendidikan yang ditawarkan tidak hanya menempatkan karakter dan akademik berjalan beriringan tetapi juga menjadikan kekayaan budaya Batak sebagai bagian penting pembentukan identitas peserta didik. Sebagai daerah yang dikenal pusat budaya Batak siswa diarahkan mendalami budaya lokal melalui ekstrakurikuler.

Budaya Batak diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan di ruang kelas tetapi dapat diterjemahkan dan diperkenalkan kepada masyarakat luas bahkan hingga tingkat dunia. Kemampuan komunikasi, kepemimpinan dan public speaking juga akan menjadi bagian pembinaan siswa.

Baca Juga  Diawali dengan Penggunaan Bahasa Inggris, Kapolres Samosir AKBP Rina Sry Nirwana Tarigan, S.I.K Pimpin Apel Perdana

Rencana pembangunan SMA Plus Berasrama Santo Mikael Pangururan diproyeksikan membutuhkan investasi jangka panjang sekitar Rp41 miliar yang akan dilaksanakan dalam empat fase pengembangan. Kompleks pendidikan direncanakan berdiri di Desa Pardomuan I Kecamatan Pangururan berdekatan dengan Puskesmas Buhit di atas lahan sekitar 3,2 hektare.

Selain gedung sekolah kompleks nantinya dilengkapi asrama putra dan putri, aula, lapangan sepak bola, lapangan basket, kolam renang, taman siswa, green house, lahan pertanian, area parkir, gapura serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.

Bupati Samosir Vandiko T Gultom menegaskan kehadirannya merupakan bentuk keseriusan Pemkab Samosir mewujudkan sekolah unggulan yang selama ini sudah lama direncanakan.

“SMA unggulan ini sudah lama kami idam-idamkan dan cita-citakan. Kehadiran kami hari ini menunjukkan keseriusan untuk mengupayakan agar SMA Plus hadir di Samosir,” ujar Vandiko.

Pemkab Samosir sebelumnya telah berupaya mendorong hadirnya sekolah unggulan melalui pemerintah di tingkat atas. Ketika Yayasan Santo Yoseph menyatakan kesediaan membangun SMA Plus di Samosir Pemkab menyambutnya sebagai peluang besar memperkuat kualitas pendidikan daerah di samping SMK Unggulan yang saat ini sedang dibangun berkat perhatian Gubernur Sumatera Utara di Tuktuk Siadong Kecamatan Simanindo.

“Kami siap bersinergi agar SMA Plus ini segera terbangun di Samosir. Kami sangat senang dan siap mendukung,” terang Vandiko.

Vandiko juga menegaskan hasil pembahasan bersama yayasan akan menjadi salah satu bahan dalam penyusunan anggaran tahun 2027. Pemkab Samosir akan berupaya mengakomodasi dukungan sesuai kebutuhan dan kewenangan pemerintah daerah. Dukungan mencakup pembangunan dan pembukaan akses jalan menuju lokasi, pematangan lahan dengan dukungan alat berat, fasilitasi perizinan termasuk Persetujuan Bangunan Gedung PBG serta koordinasi dukungan jaringan listrik.

Baca Juga  Pemkab Samosir Terima Hibah 3 Dermaga dari Kemenhub: Konektivitas Danau Toba dan Ekonomi Warga Digenjot

“Kami akan berusaha semaksimal mungkin mendukung pembangunan ini. Untuk urusan jalan kami akan dukung. Alat berat juga akan kita siapkan termasuk untuk pematangan lahan dan membantu mobilisasi kebutuhan pembangunan asrama. Perizinan juga akan kami dukung,” tegas Vandiko.

Kadis PU Kabupaten Samosir Rudimanto Limbong menjelaskan sebagian akses menuju lokasi telah dimulai penanganan. Ada jalan menuju kawasan yang telah dirabat dan ke depan pembukaan jalan akan terus didukung dengan lebar sekitar 6-7 meter untuk mempermudah mobilisasi pembangunan.

“Tahun depan sudah masuk dalam perencanaan pembukaan jalan menuju sekolah. Untuk tahun ini kami akan membantu secara bertahap melalui sirtunisasi untuk mendukung mobilisasi pembangunan,” jelas Rudimanto.

Turut hadir Kadis PU Rudimanto Limbong, Kaban Kesbangpol sekaligus Plt Kadis Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga Dumosch Pandiangan, Kabid Perumahan Anggiat Pandiangan, Kabid IKP Diskominfo Togarma Naibaho, pengurus Yayasan Pendidikan Katolik Santo Yoseph Medan-Pematangsiantar, kepala divisi, perwakilan yayasan dari sejumlah sekolah, serta Pastor Vikep Marianus Kedang. (th/jenri gultom)