SIANTAR – DIAN24NEW.com
Usai melahap gedung IV Pasar Horas Pematangsiantar, Minggu (22/9/2024), Si jago merah kembali mengamuk lahap setidaknya 23 rumah serta berbagai peralatan rumah tangga di Jalan Wahidin Gang Karya Islam, Kelurahan Melayu Kecamatan Siantar Utara, Kota Pematamgsiantar, Sumatera Utara (Sumut), menyisakan kesedihan kepada para korban.
Pasalnya, peristiwa yang berlangsung mulai pukul 03.40 Wib sampai pukul 08.00 Wib , Senin (23/09/2024) itu bukan saja membuat para pelajar terpaksa tidak sekolah karena pakaian dinas dan buku-bukunya ikut ludes terbakar. Lebih dari itu, para korban masih merasa trauma.
Bahkan, ada warga yang kiosnya ikut terbakar di gedung IV lantai II Pasar Horas Pematangsiantar pada Minggu (22/09/2024), sehari sebelumnya, atas nama Edi Siburian, malah kembali tertimpa musibah lagi, rumahnya turut terbakar.
“Inilah, apa yang saya alami cukup berat,” kata Edi Siburian sedih dan berharap agar Pemko Siantar segera menyalurkan bantuan. Selain bisa kembali berjualan, juga dapat menempati rumahnya yang terbakar bersama anak dan istri.
Sementara, informasi yang diterima dari Dinas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pemko Siantar yang dipimpin Agustina Sihombing, kebakaran di Gang Karya Islam yang sebagian disebut sebagai kompleks Bangsal itu, meludeskan sedikitnya 23 unit rumah warga. Baik permanen dan semi permanen maupun non permanen.
“Tadinya, korban kebakaran itu mau ditampung di rumah singgah Jalan Sisingamangaraja. Tapi, karena terlalu jauh, warga menolak dan kembali ke lokasi semula. Kabarnya ada yang tidur ke rumah saudaranya dan ada mencari kontrakan,” kata seorang petugas dari BPB D bermarga Zendrato.
Lebih lanjut dijelaskan, meski BPBD Kota Pematangsiantar tidak membuat dapur umum, tetapi tetap mensuplai nasi dan lauk pauknya tiga kali sehari. “Nasi itu akan dibagikan langsung kepada warga korban kebakaran. Sedangkan soal bantuan sedang dibahas,” katanya.
Informasi yang dihimpun, asal api masih dalam penyelidikan. Meski ada menyatakan asal api awalnya berasal dari salah satu rumah yang tak jauh dari pinggir rel kereta api. Sementara, saat api marak berkobar, enam unit mobil pemadam kebakaran dengan personel 25 orang dibantu personel Polres dan TNI, harus berjibaku memadamkan api. Namun, karena sijago merah terus mengamuk, api baru padam sekira pukul 08.00 Wib.
Sementara, sore dan malam harinya, warga korban kebakaran masih ada mengais-ngais puing-puing rumahnya untuk dibersihkan. Bahkan, ada mengaku begadang bersama warga lainnya. Hanya saja, lokasi kebakaran itu masih tetap mendapat penjagaan dari personel kepolisian.
“Kami tidak menyangka api begitu cepat merembes ke rumah lainnya. Apalagi malam itu warga sedang tertidur,” kata warga yang rumahnya tidak bisa lagi dihuni dan terpaksa harus mengungsikan anak istri tidur di rumah keluarganya. (th)







