SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Polsek Gunung Malela Polres Simalungun bergerak cepat tangani gangguan Kamtibmas di Tempat Pemakaman Umum Muslim Jalan Mawar, Nagori Pamatang Simalungun, Kecamatan Siantar, Senin 4 Mei 2026. Seorang pria diduga Orang Dengan Gangguan Jiwa menggali kuburan almarhum Atin dan meresahkan warga.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba sebut kejadian ini bukti kehadiran Polri di tengah masyarakat. “Kamtibmas bukan hanya soal kejahatan jalanan atau tindak pidana. Gangguan ketentraman warga sekecil apapun adalah tanggung jawab kami,” ujarnya Senin 4 Mei 2026.

Kapolsek Gunung Malela AKP Hengky B. Siahaan jelaskan laporan warga masuk pukul 11.30 WIB. Warga resah karena ulah pria diduga ODGJ yang menggali kuburan di area TPU.
“Pemakaman adalah tempat yang sakral bagi warga. Ketika ada gangguan di sana, dampaknya terhadap ketentraman psikologis masyarakat sangat besar. Maka kami tidak bisa menunda sedetik pun untuk segera hadir dan menyelesaikan situasi tersebut,” ucap AKP Hengky.

Kapolsek pimpin empat personil ke TKP dan temukan pria diduga ODGJ dalam kondisi memprihatinkan. Kehadiran petugas redam keresahan warga. Situasi Kamtibmas berangsur pulih.
Petugas lakukan pendekatan humanis: beri makan, mandikan, dan panggil tenaga kesehatan Poskesdes Pamatang Simalungun Ibu Tri Sunjaya Nababan, http://Amd.Kep., untuk perawatan medis awal.
“Menjaga Kamtibmas yang sesungguhnya berarti menyelesaikan masalah sampai tuntas, bukan hanya mengusir atau membubarkan. Orang ini perlu ditolong, dan warga perlu merasakan bahwa lingkungan mereka kembali aman dan tertib,” ungkap AKP Hengky.

Polsek koordinasi dengan Camat Siantar M. Iqbal selaku Forkopinca. Pria ODGJ diserahkan ke Dinas Sosial Kabupaten Simalungun melalui Kabid Rehabilitasi Sosial Anju Haloho, lalu dibawa ke Yayasan Bina Kasih Bersinar Perdagangan untuk perawatan intensif.
Penanganan libatkan AIPTU Suyut, AIPTU A. Ginting, AIPDA M. Affan Lubis, AIPDA Lambas Simamora, Sekdes Pamatang Simalungun Jumiati, dan nakes Poskesdes.
AKP Verry tegaskan Kamtibmas efektif perlu kolaborasi. “Ketika Polri, pemerintah kecamatan, desa, dan tenaga kesehatan bergerak bersama dalam satu tujuan, hasilnya adalah masyarakat yang aman, tertib, dan tentram,” pungkasnya.(tamsil)







