Model
KebudayaanMingguanPematangsiantarSeremonial

Lomba Fashion Show Pakaian Adat Simalungun Tingkat SMP di Pematangsiantar, Tekankan Identitas dan Rasa Bangga Budaya Lokal

128
×

Lomba Fashion Show Pakaian Adat Simalungun Tingkat SMP di Pematangsiantar, Tekankan Identitas dan Rasa Bangga Budaya Lokal

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Ketua Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Pematangsiantar Ny. Liswati Wesly Silalahi mengajak para peserta Lomba Fashion Show Pakaian Adat Simalungun Tingkat SMP Negeri dan Swasta tampil penuh percaya diri dan menunjukkan penampilan terbaik.

Ajakan itu disampaikan dalam arahan sebelum membuka acara di Aula SMP Budi Mulia, Jalan Melanthon Siregar, Kelurahan Sukaraja, Kecamatan Siantar Marihat, Rabu 22/7/2026 pagi.

Atas nama Dekranasda dan TP PKK Kota Pematangsiantar, Ny Liswati menyampaikan apresiasi kepada Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar yang telah menyelenggarakan kegiatan tersebut.

“Kepada anak-anakku peserta lomba, tampillah penuh percaya diri. Kemenangan sejati adalah ketika kalian tampil dengan bangga mengenakan identitas adat Simalungun. Semoga acara ini berjalan lancar, membawa berkah, dan meningkatkan kebersamaan kita semua,” katanya.

Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi, S.H., M.Kn yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Syaiful Rizal, SSTP dalam sambutannya mengatakan, Kota Pematangsiantar kaya akan nilai sejarah dan kebudayaan. Budaya Simalungun menjadi jati diri dan akar kearifan lokal dengan falsafah _Habonaron do Bona_.

Baca Juga  Wali Kota Wesly Silalahi Buka MPLS di SDN 122332, Dorong Sekolah Ramah Anak

“Merupakan langkah krusial di tengah gempuran tren modern dan budaya luar saat ini, memperkenalkan dan menanamkan rasa cinta terhadap pakaian adat, seperti Hiou Simalungun lengkap dengan Gotong dan Bulang kepada generasi muda, khususnya anak-anak usia SMP,” ujarnya.

Menurutnya, pakaian adat bukan sekadar helai kain indah yang dikenakan, melainkan simbol kehormatan, identitas, dan warisan leluhur yang menyimpan cerita dan filosofi luhur.

“Melalui panggung fashion show, tidak hanya melihat keindahan estetika busana adat Simalungun. Tetapi juga menyaksikan generasi muda membawakan warisan budaya dengan percaya diri, anggun, dan penuh rasa bangga,” terangnya.

Khusus kepada peserta, Syaiful berpesan agar tampil percaya diri.
“Tunjukkan pesona dan senyum terbaik kalian di atas panggung. Jadikan momentum ini sebagai titik awal untuk semakin mencintai dan melestarikan kebudayaan lokal di kehidupan sehari-hari. Selamat berlomba kepada seluruh peserta, dan selamat bertugas kepada dewan juri,” pesannya.

Baca Juga  Pemko Pematangsiantar Raih WTP Kelima Kalinya, Wali Kota: Bukti Komitmen Transparansi Keuangan

*Penilaian Objektif dan Tujuan Pelestarian*
Salah seorang dewan juri, Hotman Damanik mengatakan dewan juri tidak mengetahui asal peserta. Sebab yang diterima dari panitia hanya nomor urut peserta.

Ia menegaskan, dewan juri akan menilai secara objektif. Kepada peserta diimbau memperhatikan perangkat yang dikenakan.
“Bertandinglah secara fair play. Mohon doa agar kami diberi kebijaksanaan dan objektif dalam menilai,” katanya.

Dewan juri lainnya yakni Arif Hidayat Lubis (Putra Kebudayaan Sumatera Utara) dan Kawan Jatinggi Purba, S.Pd., M.Pd (pemerhati pendidikan, tokoh adat di Partuha Maujana Simalungun, dan pengusaha).

Sebelumnya, Kepala Bidang Pendidikan Non Formal dan Kebudayaan Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar Fakhrudin Sagala,M.Pd dalam laporannya memaparkan, kebudayaan Simalungun merupakan warisan leluhur yang menjadi identitas utama. Sehingga perlu langkah konkret dan kreatif untuk melestarikannya, termasuk busana seperti Gotong, Bulang, dan lainnya, khususnya kepada generasi muda.

Baca Juga  Resmi Ditutup, Kecamatan Bosar Maligas Juara Umum MTQ ke-50 Tingkat Kabupaten Simalungun Tahun 2024

“Tujuan kegiatan ini yakni untuk memperkenalkan tata cara budaya Simalungun yang benar; penguatan karakter pelajar yang menghormati kearifan lokal; serta menyediakan ruang bagi peserta didik untuk mengekspresikan seni,” terangnya.

Kegiatan diikuti 38 peserta yang tampil berpasangan, berasal dari 19 sekolah SMP Negeri dan Swasta di Kota Pematangsiantar. Penilaian dilakukan oleh dewan juri yang kompeten dan independen.

Acara dimeriahkan tarian penyambutan dan Tortor Sombah dari UPTD SMPN 1 dan tarian Multi Etnis dari SMP Yayasan Perguruan Sultan Agung, serta parade fashion show pakaian adat Simalungun oleh para peserta.

Turut hadir, jajaran Dinas Pendidikan Kota Pematangsiantar, Tim Ahli Cagar Budaya (TACB) Kota Pematangsiantar, tokoh adat dan budaya, TP PKK Kota Pematangsiantar, kepala sekolah, dan guru pendamping. (ril/th)