Model
SimalungunNasionalPeristiwaRegional

Penumpang Bus Poda Nauli Tewas di Pintu Tol Sinaksak, Diduga Sakit Saat Hendak Pindah Bus

216
×

Penumpang Bus Poda Nauli Tewas di Pintu Tol Sinaksak, Diduga Sakit Saat Hendak Pindah Bus

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Seorang penumpang bus jurusan Medan-Sibolga, Aditya Angga Cassano Sihombing (21), meninggal dunia di Pintu Keluar Tol Sinaksak, Kelurahan Sinaksak, Kecamatan Tapian Dolok, Kabupaten Simalungun, Minggu 2/8/2026 sekira pukul 13.45 WIB.

Korban diketahui terjatuh dan meninggal saat hendak berpindah ke bus pengganti karena bus yang ditumpanginya mengalami kerusakan mesin.

Hal ini disampaikan Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba, Minggu 2/8/2026 pukul 19.10 WIB.

Kapolsek Dolok Batu Nanggar Iptu Rido V. Pakpahan, S.Kom., M.H., menjelaskan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait seorang penumpang bus Poda Nauli yang tiba-tiba terjatuh di pintu keluar Tol Sinaksak.

“Kapolsek Dolok Batu Nanggar mendapatkan informasi dari masyarakat bahwa ada seorang penumpang bus Poda Nauli yang tiba-tiba terjatuh dan meninggal dunia di pintu keluar Tol Sinaksak saat hendak berpindah bus,” ujar Iptu Rido.

Menerima laporan itu, Iptu Rido langsung memerintahkan Kanit Reskrim Ipda L. Radot Siagian, S.H., bersama personel Pos Polisi Sinaksak dan personel piket untuk ke lokasi kejadian.

“Saya memerintahkan Kanit Reskrim, personel Pos Pol Sinaksak, dan personel piket untuk segera mendatangi TKP begitu menerima informasi tersebut,” ucapnya.

Di lokasi, petugas menemukan jenazah korban dalam posisi terlentang di samping pos security Pintu Tol Sinaksak. Korban mengenakan hoodie putih dan celana training abu-abu berlist putih hitam.

Berdasarkan keterangan sopir bus, tiket korban dipesankan keluarganya dari Sibolga. Petugas loket sempat menolak keberangkatan korban karena melihat kondisinya yang sudah melemah, namun korban tetap memaksa berangkat.

“Berdasarkan keterangan saksi, petugas loket sebenarnya sudah berusaha menolak keberangkatan korban karena melihat kondisi kesehatannya yang melemah, namun korban tetap memaksa untuk berangkat,” ungkap Iptu Rido.

Baca Juga  Kapolres AKBP Ronald FC Sipayung Pastikan Balita 5 Tahun Korban Penganiayaan Setrika Panas Inang Nguda di Rawat Maksimal

Saat seluruh penumpang dipindahkan ke bus pengganti, korban tiba-tiba terjatuh dan tergeletak di jalan. Warga dan penumpang lain mengevakuasi korban ke samping pos security. Namun tim medis Tol Sinaksak yang datang memastikan korban sudah meninggal dunia.

Hasil pemeriksaan luar tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.

“Berdasarkan pemeriksaan luar di TKP, tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban, dan diduga korban meninggal akibat sakit yang dideritanya,” ujar Iptu Rido.

Dari lokasi, polisi mengamankan sejumlah barang milik korban. Di antaranya tas sandang berisi berkas seminar hasil dan outline skripsi atas nama korban, obat-obatan, charger, parfum, kunci gembok, sepasang sandal, serta dua unit ponsel merek Oppo dan iPhone.

Baca Juga  Wesly: Siantar Rumah Kita, Pemko Dorong Pemerataan Pembangunan dan Investasi Kondusif

Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD Djasamen Saragih Pematangsiantar menggunakan ambulans PT HK untuk proses identifikasi lebih lanjut, termasuk pengambilan sidik jari oleh Tim Inafis Polres Simalungun.

Pihak keluarga korban telah tiba di rumah sakit untuk mengurus jenazah dan menerima bahwa almarhum meninggal karena sakit yang telah lama dideritanya.

“Perwakilan keluarga sudah tiba untuk pengurusan jenazah, dan pada intinya keluarga dapat menerima bahwa almarhum memang meninggal disebabkan sakit parah,” ucap Iptu Rido.

Saat ini jenazah masih dalam proses administrasi di RSUD Djasamen Saragih dan akan diberangkatkan ke Sibolga. Kasus ini dikategorikan kejadian non-pidana, dan motif kematian masih dalam proses penyelidikan lebih lanjut. (th)