SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Aksi tawuran antar kelompok pemuda di kawasan Simpang Tanjung Purba, Nagori Cingkes, Kecamatan Dolok Silau berhasil dicegah Polsek Dolok Silau Polres Simalungun. Sebanyak 13 pemuda diamankan bersama barang bukti 3 senjata tajam jenis kelewang, Minggu dini hari 13/9/2026 sekira pukul 00.15 WIB. 
Kapolsek Dolok Silau AKP M. Nasir Daulay SH menyebut tindakan cepat personel merupakan bentuk nyata kehadiran negara di tengah masyarakat.
“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kehadiran Polri di tengah masyarakat, khususnya dalam mencegah terjadinya aksi tawuran yang dapat mengancam keselamatan warga,” ujar AKP M. Nasir Daulay, Minggu 13/9/2026 pukul 13.08 WIB.
Peristiwa bermula saat Polsek Dolok Silau menerima laporan warga tentang sekelompok anak muda yang diduga hendak tawuran di sekitar Jalan Cingkes menuju Nagori Bawang.
Menindaklanjuti laporan, AKP M. Nasir Daulay bersama Kanit Reskrim IPDA Hendrawan Sembiring dan Kanit Sabhara Bripka PSH Padang langsung memerintahkan personel ke lokasi.
“Saya langsung memerintahkan anggota agar bergerak menuju lokasi yang dilaporkan masyarakat guna mencegah terjadinya bentrokan,” ungkap Kapolsek.

Setibanya di Simpang Nagori Tanjung Purba, petugas mendapati sekelompok pemuda sedang berkumpul. Dari hasil pemeriksaan, ditemukan 3 pucuk senjata tajam jenis kelewang yang diduga akan digunakan untuk tawuran.
Ke-13 pemuda tersebut kemudian dibawa ke Mako Polsek Dolok Silau untuk pemeriksaan lebih lanjut.
Langkah selanjutnya, Polsek memanggil para pemimpin wilayah: Pangulu Cingkes, Pangulu Tanjung Purba, Kepala Desa Rumamis, dan Kepala Desa Tiga Panah. Orang tua masing-masing pemuda juga dihadirkan.
“Kami memanggil Pangulu Cingkes, Pangulu Tanjung Purba, Kepala Desa Rumamis, dan Kepala Desa Tiga Panah untuk turut menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan,” kata AKP M. Nasir Daulay.

“Orang tua dari masing-masing anak yang diamankan turut kami hadirkan guna diberikan pembinaan bersama di Mako Polsek,” tambahnya.
Dalam pembinaan tersebut, para pemuda bersama orang tua membuat surat pernyataan tidak akan mengulangi perbuatannya. Pernyataan itu disaksikan langsung oleh Pangulu dan Kepala Desa.
“Pendekatan humanis ini kami pilih sebagai upaya mendidik generasi muda tanpa harus langsung berujung pada proses hukum, demi masa depan mereka,” jelas Kapolsek.
Meski saat kejadian cuaca gerimis, kesigapan personel tidak surut. Setelah proses pembinaan, situasi di Nagori Cingkes dan Tanjung Purba dilaporkan kembali aman dan kondusif.
“Alhamdulillah, situasi saat ini dalam keadaan aman dan terkendali pasca dilaksanakannya pembinaan terhadap anak-anak dan orang tua,” kata AKP M. Nasir Daulay.

Ia menegaskan Polri akan terus hadir mencegah potensi konflik sedini mungkin demi menjaga kedamaian di wilayah hukum Polsek Dolok Silau.
Dengan pengungkapan ini, diharapkan generasi muda di Dolok Silau lebih menyadari bahaya membawa senjata tajam dan terlibat kekerasan, serta menjadi bukti komitmen Polres Simalungun menjaga masa depan generasi penerus bangsa. (th)







