SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Pemerintah Kabupaten Simalungun memanfaatkan peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H/2026 M sebagai momentum menghadirkan pelayanan langsung kepada masyarakat. Peringatan yang diselenggarakan Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun digelar di halaman Kantor Camat Tapian Dolok, Selasa 15/9/2026.
Ratusan warga hadir. Selain tausiyah keagamaan, masyarakat mendapatkan pelayanan gratis mulai dari Cek Kesehatan Gratis CKG, sunat massal, pelayanan administrasi kependudukan, hingga pasar murah. Pemkab juga menyerahkan bantuan dan tali asih kepada kaum duafa, fakir miskin, dan anak yatim.
Plt Kadis Kesehatan Kabupaten Simalungun dr Debora Sihaloho mengatakan kegiatan ini merupakan upaya jemput bola memperluas akses kesehatan.
“Melalui kegiatan ini, kami menghadirkan Cek Kesehatan Gratis CKG, dan sunat massal bagi masyarakat di Kecamatan Tapian Dolok,” ujar Debora.
CKG meliputi pemeriksaan tekanan darah, gula darah, konsultasi dokter, serta edukasi hidup sehat. Sementara sunat massal menyasar anak-anak dari keluarga kurang mampu.
Bupati Simalungun Anton Achmad Saragih menegaskan Maulid tidak boleh berhenti pada seremoni.

“Semoga kegiatan ini tidak hanya menjadi acara seremonial, melainkan menjadi momentum bagi kita semua untuk senantiasa meneladani akhlak mulia Nabi Muhammad SAW dalam kehidupan sehari-hari,” kata Anton.
Menurutnya, keteladanan Nabi seperti kejujuran, kepedulian sosial, keadilan, dan kepemimpinan berakhlak harus diterjemahkan dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan kesehatan yang humanis dan berkeadilan.
Ia juga mengajak masyarakat memperkuat kebersamaan, kerukunan, dan silaturahmi antara warga dengan pemerintah.
Kegiatan dihadiri Forkopimda, anggota DPRD Simalungun, pimpinan perangkat daerah, para camat, Ketua TP PKK Ny Hj Darmawati Anton Achmad Saragih, Ketua DWP Ny Yulince Mixnon Andreas Simamora, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta warga.
Rangkaian ini mempertemukan dua agenda: peringatan keagamaan dan pelayanan publik. Model Maulid plus layanan kesehatan gratis ini dinilai efektif mendekatkan layanan kesehatan kepada masyarakat di tingkat kecamatan, sekaligus memperkuat nilai sosial dan kepedulian sebagai esensi peringatan Maulid Nabi. (ril/th)







