Model
MingguanNasionalPeristiwaPolitikRegionalSimalungun

Aksi di Hotel Khas Parapat Memanas, Massa Bakar Ban Desak Transparansi IPAL Danau Toba

95
×

Aksi di Hotel Khas Parapat Memanas, Massa Bakar Ban Desak Transparansi IPAL Danau Toba

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Aksi damai Aliansi Mahasiswa-Pemuda Peduli Danau Toba AMPDT di depan Hotel Khas Parapat Kabupaten Simalungun, Sabtu 19/9/2026 sore, memanas. Massa membakar ban di depan pintu utama hotel sebagai bentuk kekecewaan terhadap manajemen yang dinilai belum menjawab tuntutan.

Aksi dimulai pukul 15.00 WIB dengan orasi yang mempertanyakan transparansi pengelolaan limbah, Instalasi Pengolahan Air Limbah IPAL, dokumen lingkungan, hingga persoalan hubungan hotel dengan masyarakat dan pekerja.

Koordinator Aksi I Darma Naibaho menegaskan massa menunggu transparansi data IPAL dan dokumen lingkungan.

Karena belum mendapat tanggapan, massa membakar ban dan kemudian menerobos masuk ke area hotel. Koordinator lapangan Rafael Sinaga terlihat mengatur massa agar tetap terkendali dan tidak terprovokasi.

Baca Juga  Pemkab Simalungun Berduka, Kadis Perhubungan Sabar Pardamean Saragih Meninggal Dunia

Massa aksi Jhony Barimbing mengecam sikap manajemen yang belum membuka dokumen IPAL, fungsi dan pengelolaannya.

“Persoalan ini bukan hanya menyangkut hotel, tetapi juga menyangkut lingkungan Danau Toba, masyarakat sekitar dan kehidupan para pekerja. Jika tidak ada tanggapan dari Manajemen Khas Hotel Parapat, kita akan melakukan aksi di Kantor Injourney Hospitality di Jakarta,” tegasnya. AMPDT menyebut sudah melayangkan surat ke jajaran terkait di tingkat pusat.

Dalam pernyataan sikap, AMPDT menyampaikan tuntutan politik:

1. Transparansi pengelolaan limbah dan IPAL, buka dokumen AMDAL dan/atau UKL-UPL.
2. Buka transparansi HGU dan/atau HGB, sertifikat dan masa berlaku.
3. Buka laporan CSR 5 tahun terakhir PT Hotel Indonesia Properti HIPRO, persentase penyerapan tenaga kerja lokal, dan kemitraan dengan UMKM.
4. Bayar upah lembur karyawan dan eks karyawan.
5. Evaluasi dan audit seluruh manajemen Hotel Khas Parapat.
6. Hentikan seluruh aktivitas operasional hotel sampai tuntutan ditindaklanjuti.
7. Desak Kepala BP BUMN copot GM Khas Hotel Parapat dan Dirut PT HIPRO.

Baca Juga  Khidmat, Upacara HUT ke-81 RI di Dolok Panribuan Jadi Panggung Kebangsaan

Menjelang malam, Darma memberi ultimatum.

“Kalau dalam satu minggu tidak ada tanggapan, kami akan kembali dengan massa yang lebih banyak. Aksi kedua akan digelar di depan pintu masuk utama Hotel Khas Parapat,” tegasnya.

Aksi berakhir menjelang malam dengan massa membubarkan diri bertahap. Secara politik, aksi ini menandai menguatnya tekanan publik terhadap BUMN pariwisata di kawasan strategis Danau Toba. Isu lingkungan, tenaga kerja lokal, dan CSR menjadi bola panas yang menuntut transparansi BUMN dan intervensi pemerintah pusat untuk menjaga ekosistem Danau Toba sekaligus stabilitas sosial di Parapat. (ril/th)