SIANTAR | DIAN24NEW.COM
Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi SH MKn menyambut baik gagasan Wakaf Produktif untuk pemberdayaan Usaha Mikro Kecil dan Menengah UMKM. Namun pemberdayaan tidak boleh terhenti pada pemberian bantuan atau aset.
Hal tersebut ditegaskan Wesly sebelum membuka secara resmi acara Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah bertajuk Wakaf Produktif: Manfaat Berkelanjutan, Kemandirian Menguat, Ekonomi Umat Meningkat. Kegiatan tersebut digelar di Aula Kantor Inspektorat Daerah Kota Pematangsiantar, Jalan Siatas Barita Kecamatan Siantar Timur, Selasa 13/10/2026.
Wesly menyampaikan, Edukasi Ekonomi dan Keuangan Syariah memiliki arti penting bagi Pemerintah Kota Pemko Pematangsiantar. Karena ekonomi syariah bukan hanya berbicara mengenai sistem perbankan atau transaksi keuangan yang sesuai dengan prinsip syariah. Tetapi lebih dari itu, ekonomi syariah mengajarkan bagaimana aktivitas ekonomi dapat dilakukan secara adil, transparan, produktif, berkelanjutan, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Karena itu, literasi ekonomi dan keuangan syariah perlu kita dorong agar masyarakat tidak hanya menjadi pengguna produk keuangan. Tetapi menjadi masyarakat yang cerdas dalam memilih, memahami risiko, mengelola, dan memanfaatkan layanan keuangan secara tepat,” terangnya.
Wesly menyambut baik gagasan Wakaf Produktif untuk pemberdayaan UMKM. Namun, katanya, pemberdayaan tidak boleh berhenti pada pemberian bantuan atau aset.
“Kita harus memastikan adanya pendampingan, peningkatan kapasitas, literasi keuangan, pencatatan usaha, akses perbankan, serta evaluasi terhadap perkembangan usaha,” sebut Wesly.
Dengan demikian, lanjutnya, bantuan yang diberikan tidak hanya selesai pada saat diserahkan. Namun benar-benar menjadi modal awal untuk membangun kemandirian ekonomi.
Kepada para peserta, Wesly berpesan untuk mengikuti kegiatan dengan sungguh-sungguh. Memanfaatkan kesempatan untuk bertanya, berdiskusi, dan menggali pengetahuan sebanyak-banyaknya.
Sedangkan kepada seluruh mitra strategis, Otoritas Jasa Keuangan OJK, Bank Indonesia BI, Badan Amil Zakat Nasional Baznas, Bank Sumut Syariah, Lembaga jasa keuangan, perangkat daerah, dunia usaha, serta seluruh pemangku kepentingan, Wesly mengajak untuk terus memperkuat sinergi dalam membangun ekosistem keuangan yang inklusif, sehat, aman, dan sesuai kebutuhan masyarakat Kota Pematangsiantar.
Sebelumnya, Kepala Bagian Perekonomian dan Sumber Daya Alam SDA Setdako Pematangsiantar Sari Dewi Rizkiyani Damanik SSTP MSP dalam laporannya memaparkan, kegiatan ini merupakan bagian dari Program Kerja Tim Percepatan Akses Keuangan Daerah TPAKD Tahun 2026 untuk meningkatkan literasi ekonomi dan keuangan syariah, khususnya pemahaman tentang pengelolaan Zakat, Infak, Sedekah, dan Wakaf ZISWAF.
Bagi Kota Pematangsiantar, arah tersebut menjadi rujukan untuk menindaklanjuti edukasi ZISWAF secara terencana, kolaboratif, dan sesuai kewenangan daerah.
Lebih lanjut disampaikan Sari, berdasarkan laporan BAZNAS Kota Pematangsiantar Tahun 2026, pengumpulan Zakat Infak Sedekah ZIS dan bantuan tercatat sebesar Rp200.054.000, sedangkan penyaluran dan pendistribusian ZIS serta bantuan tercatat sebesar Rp192.700.000.
Rinciannya bantuan pendidikan bagi 16 siswa sebesar Rp16.000.000, penyaluran zakat kepada 520 orang dhuafa pada bulan Ramadan sebesar Rp104.000.000, bantuan pendidikan bagi 20 santri sebesar Rp20.000.000, bantuan pembangunan/bedah rumah layak huni bagi dua penerima manfaat sebesar Rp50.000.000, dan bantuan beras 5 kilogram bagi 30 anak yatim melalui kerja sama dengan Dinas Pendidikan senilai Rp2.700.000.
Usai membuka kegiatan, Wali Kota Wesly menyerahkan wakaf melalui scan barcode. Dilanjutkan penyerahan wakaf secara simbolis dari Wesly kepada BKM Masjid Rahmat Ustad Armansyah Pasaribu.
Turut hadir, Pimpinan Cabang Bank Sumut Syariah Pematangsiantar Syufi Ananda Putra Lubis, Ketua Majelis Ulama Indonesia MUI Kota Pematangsiantar Drs H Muhammad Ali Lubis, mewakili Kantor Perwakilan BI Pematangsiantar, Ketua Baznas Pematangsiantar diwakili Mustafa Kamal Siregar, Asisten Perekonomian dan Pembangunan Setdako Subrata Nata Lumbantobing SSTP MSP, pimpinan OPD, camat, lurah, dan lainnya. (ril/th)







