SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Tragedi wisata terjadi di Pantai Poro-Poro Danau Toba Salbe Nagori Togu Domu Nauli Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun. Seorang pria lanjut usia berinisial MN 66 tahun yang tenggelam akhirnya berhasil ditemukan Minggu 1/11/2026 pukul 17.35 WIB.
“Begitu laporan kami terima personel langsung bergerak melakukan sigap tanggap darurat,” ujar Kapolsek Dolok Pardamean AKP Restuadi SH yang memimpin personel turun ke lokasi bersama anggota Koramil 15/SPA dan perangkat Nagori Togu Domu Nauli Senin 2/11/2026.
Kronologi berawal saat korban bersama rombongan 40 orang jemaat HKBP Purba Sari Pematangsiantar datang berwisata ke Pantai Salbe untuk menggelar kebaktian dan menaiki kapal kayu menuju Goa Babaliang.
Saat perjalanan pulang sekitar 15 meter dari garis Pantai Poro-Poro korban melompat dari kapal ke danau. Padahal istri korban sempat melarang karena faktor usia.
Melihat korban kewalahan berenang dua saksi RS dan CT mendekati korban menggunakan banana boat dan melemparkan tali. Namun korban justru tenggelam dan upaya penyelaman terhenti karena air gelap.
Pengelola Pantai Poro-Poro mendatangkan dua penyelam dari Samosir. Dengan kamera bawah air posisi korban terdeteksi di kedalaman sekitar 20 meter. Namun evakuasi belum bisa dilakukan karena penyelam tidak memiliki peralatan memadai.
Kapolsek menghubungi penyelam dari perusahaan di Tamburea tetapi kemampuan menyelam hanya sampai lima meter. Selanjutnya berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Simalungun untuk mendatangkan Basarnas Danau Toba dari Ajibata.
“Karena kedalaman dan keterbatasan alat kami minta bantuan tim yang memiliki kompetensi dan peralatan lengkap,” ungkap Kapolsek.
Sekitar pukul 16.30 WIB enam personel Tim Basarnas Danau Toba di bawah pimpinan Koordinator SAR Danau Toba Erikson Gultom tiba di lokasi. Setelah mendapat penjelasan titik tenggelamnya korban tim langsung menyelam. Pukul 17.35 WIB korban ditemukan dan diangkat dari dasar danau.
Disaksikan Kapolsek, Babinsa Koramil 15/SPA Sertu H Pakpahan, dan Sekdes Nagori Togu Domu Nauli jenazah diserahkan kepada keluarga dan dibawa menggunakan ambulans ke Puskesmas Dolok Pardamean untuk visum luar.
Keluarga menandatangani surat pernyataan menolak autopsi. Sekitar pukul 19.00 WIB jenazah diberangkatkan ke rumah duka di Pematangsiantar.
Kapolsek mengimbau masyarakat menjadikan kejadian ini pelajaran. Jangan melompat atau berenang di perairan dalam tanpa pelampung dan pengawasan apalagi bagi lansia, anak-anak, atau yang tidak mahir berenang.
“Danau Toba sangat dalam arusnya sulit diprediksi dan kondisi cepat gelap di bawah permukaan,” ujar AKP Restuadi.
Pengelola objek wisata diminta menyediakan pelampung, tali penyelamat, petugas jaga, serta memastikan kapal wisata mematuhi standar keselamatan. Pengunjung diingatkan tidak melakukan aktivitas berbahaya di atas kapal dan pimpinan rombongan diminta mengawasi anggotanya.
Jika terjadi kecelakaan air atau keadaan darurat segera hubungi Polsek Dolok Pardamean atau Call Center Polri 110. (th)








