Model
Pematangsiantar

Kabag UKPBJ Santo: “Walau di Beri 100 Juta, Saya Pastikan Tidak Akan Menerima Uang Tersebut Untuk Meloloskan Kecurangan Dalam Proyek”

41
×

Kabag UKPBJ Santo: “Walau di Beri 100 Juta, Saya Pastikan Tidak Akan Menerima Uang Tersebut Untuk Meloloskan Kecurangan Dalam Proyek”

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com  

Kepala Bagian Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (Kabag UKPBJ) Pemko Pematangsiantar, Santo Simanjuntak membantah dugaan adanya indikasi kecurangan pada proses tender pada proyek pembangunan/Rehabilitasi Berat Gedung Kantor Camat Siantar Barat dengan nilai Pagu paket sebesar Rp 2.500.000.000,00 dan Pembangunan Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Pematangsiantar APBD 2025, nilai pagu paket sebesar Rp 6.000.000.000,00 

” Walaupun anggota saya di berikan uang 100 juta sekalipun, saya pastikan mereka tidak akan mau menerima uang tersebut untuk meloloskan kecurangan dalam proyek yang di sinyalir telah diarahkan kepada perusahaan tertentu sebagai pemenangnya.” Ucap Kabag UKPBJ Santo Simanjuntak ditemui Dian24New.com diruangan kerjanya, Senin (16/6/2025)

Kabag UKPBJ Santo Simanjuntak perihal yang menyangkut proyek proses tender proyek pembangunan/Rehabilitasi Berat Gedung Kantor Camat Siantar Barat dan Pembangunan Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Pematangsiantar APBD 2025, memberi bantahan kalau tidak benar adanya indikasi kecurangan permainan dibalik kedua proyek tersebut yang dilakukan oleh oknum pengusaha swasta inisial P asal Medan, yang mengaku-ngaku orang dekat Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi

Baca Juga  Wesly Silalahi: Nggak Usah Ragu Melihat Saya. Hubungan Saya Cukup Baik ke Pemerintah Pusat

“Kami sebagai pokja akan melakukan evaluasi kepada semua yang mengajukan tender, karena ini dibuka secara nasional,walau tawaran terendah yang di ajukan belum tentu kita loloskan kalau tidak sesuai setelah kita evaluasi, “karena pokja punya tatacara sendiri untuk mengevaluasi  dengan mengaju peraturan – peraturan yang berlaku”, tegasnya. 

PNS yang sudah bekerja selama hampir 28 tahun di pemerintahan kota Pematangsiantar yang akan memasuki pensiun sekitar 2 tahun kedepan, menyatakan kalau jaman sekarang tidak ada lagi yang berani untuk melakukan kecurangan proyek. 

“Walaupun anggota saya di berikan uang 100 juta sekalipun saya pastikan mereka tidak akan mau menerima uang tersebut untuk meloloskan kecurangan dalam proyek”. Ujarnya keras

Sebelumnya, diberitakan Dian24New.com, proses tender proyek pembangunan/Rehabilitasi Berat Gedung Kantor Camat Siantar Barat dengan nilai Pagu paket sebesar Rp 2.500.000.000,00 dan Pembangunan Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Pematangsiantar APBD 2025, nilai 0agu paket sebesar Rp 6.000.000.000,00 di sinyalir telah diarahkan kepada perusahaan tertentu sebagai pemenangnya. 

Pasalnya, diduga adanya indikasi kecurangan tender proyek pembangunan/Rehabilitasi Berat Gedung Kantor Camat Siantar Barat dan Pembangunan Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Pematangsiantar, tidak sesuai dengan jadwal dan tahapan yang telah ditentukan.

Baca Juga  "Melepas Rindu" Damanik Bersatu, Budaya Kuat!

Seiring masih berjalannya pelaksanaan tender untuk proyek pembangunan/Rehabilitasi Berat Gedung Kantor Camat Siantar Barat dan Pembangunan Gedung Kantor Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kota Pematangsiantar APBD 2025, Kontraktor Siantar – Simalungun mengingatkan Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (Kepala UKPBJ) dan Pokja untuk bisa melaksanakan tender sesuai ketentuan yang ada. Jangan sampai, proses tender proyek kuat adanya indikasi permainan dibalik kedua proyek tersebut yang dilakukan oleh oknum pengusaha swasta yang mengaku ngaku orang dekat Wali Kota Pematangsiantar.

Hal itu diingatkan salah seorang Kontraktor di Siantar – Simalungun, meminta namanya untuk tidak diorbitkan ke media kepada Dian24New.com saat ditemui di salah satu watung Kopi di Kota Pematangsiantar, Jumat (13/6/2025) 

Pria yang memanggil Tulang ke marga Silalahi itu mengatakan pihaknya mendapatkan informasi soal k3dua proyek tersebut di sinyalir telah diarahkan kepada perusahaan tertentu sebagai pemenangnya. 

Baca Juga  Buang Sabu ke Aspal, Residivis Narkoba ini Ditangkap di Pinggir Jalan Seram

“Sudah ada laporan masyarakat kepada saya, tentang bahwa tender proyek di sinyalir telah diarahkan kepada perusahaan tertentu sebagai pemenangnya, pokoknya ada kegiatan transaksional disitu,” jelas pria berkulit putih diamini stafnya  

Oleh sebab itu, dia menghimbau, Kepala Unit Kerja Pengadaan Barang dan Jasa (Kepala UKPBJ) dan Pokja agar bekerja sesuai tupoksi.

“Jadi kami hanya menghimbau  Kepala UKPBJ dan Pokja Biro Pengadaan bekerjalah sesuai tupoksi yang nyata-nyata dan benar,” ungkapnya. 

Sejauh ini, menurut pria bertubuh tinggi itu, dijadwalkan sudah muncul masah sanggahan, tetapi hasil evaluasi belum ada muncul. “Sedangkan di tender Proyek gedung DPRD Kota Pematangsiantar yang lebih duluan ditenderkan, sampai saat ini belum ada muncul sanggahan, masih tahapan evaluasi kualifikasi,” jelasnya

“Saya menghimbau untuk Kepala UKPBJ dan Pokja agar tinggalkan cara – cara permainan lama. Harusnya penawaran terendah (yang dibawah) dimenangkan, bukan penawaran tertinggi yang dimenangkan, karena hal ini pastinya akan merugikan negara,” ucapnya. 

Lebih parahnya lagi, guna meloloskan pengantin (perusahaan yang telah dipilih), panitia juga mencari – cari kesalahan untuk menggagalkan penawar yang rendah. (tim)