SIANTAR – DIAN24NEW
Proyek rehabilitasi drainase di Jalan Darusalam Gang. Prima Kelurahan Pondok Sayur kecamatan Siantar Martoba Kota Pematang Siantar, Sumatra Utara (Sumut), yang dikerjakan CV. LIANA/ SONY FRANS EBEN EZER TAMBUNAN / Wakil Direktur, adalah yang merupakan anak dari eks Kepala Dinas PUPR Kota Pematang Siantar, JT, terpidana kasus korupsi dan saat ini juga lagi menjalani sidang kasus dugaan korupsi di Tipikor Medan ini diduga asal -asal dan tidak sesuai spesifikasi.
Padahal, proyek Dinas Pekerjaan Umum Penataan Ruang (DPUPR) Kota Pematang Siantar itu menggunakan anggaran daerah sebesar Rp 199.634.000,00 (Seratus sembilan puluh sembilan juta, enam ratus tiga puluh empat ribu rupiah). Anggarannya bersumber dari APBD Kota Pematang Siantar tahun 2023 selama 90 (Sembilan puluh) Hari Kalender. Dan Masa pemeliharaannya selama 180( Seratus delapan Puluh ) Hari Kalender itu dipersoalkan oleh warga.
Warga pun meminta pihak penyedia jasa CV / SONY FRANS EBEN EZER TAMBUNAN / Wakil Direktur untuk bertanggungjawab menyelesaikan pekerjaan. (Paimin) RT.001 dan (Nano) serta (Sugeng) juga selaku warga setempat mengungkapkan, keberatan mereka terhadap pelaksanaan pengerjaan proyek drainase untuk pembuangan air menujuh ke saluran induk, dengan mengorbankan jalan yang baru saja dua tahun yang lalu pembangunannya dan juga bersumber dari anggaran APBD kota Pematang Siantar tahun anggaran 2021.
Menurut warga (Paimin) RT.001 dan (Nano) serta (Sugeng), penggalian drainase dengan menghancurkan jalan itu, dengan alasan agar pembuangan air dari pemukiman warga bisa dengan lancar di alirkan melalui pembangunan drainase tersebut. Namun yang jadi persoalan, kenapa harus merusak jalan dengan cara menghancurkan jalan rabat betton yang tadinya di bangun secara gotong royong oleh warga sekitar tapi di hancurkan sehingga akses jalan keluar masuk warga terganggu karena adanya proyek yang diduga asal asal dikerjakan tersebut.
“Kami warga di sini sangat keberatan bang. Kenapa jalan yang di bangun rabat betton itu di rusak, sedangkan setiap saat warga memakai jalan itu. Aturannya dekat sekarang jadi jauh. sayang kali uang negara yang di gunakan untuk jalan rabat betton itu, terkesan sia-sia hanya pemborosan akhirnya. Jalan itu juga baru dua tahun dibangun. Jalan itu di bangun bang,” ucap Paimin diaminkan warga lainnya dengan nada tinggi bercampur kesal, Kamis (10/8/2023)
Lanjut Paimin dan warga lainnya, seharunya anggaran sebesar itu di manfaatkan untuk pembangunan jalan lain yang seharusnya jadi prioritas untuk di bangun, ini bukan jalan yang baru di bangun justru di rusak. Kenapa lah jalan yang bagus itu di rusak, padahal masih ada jalan yang rusak justru tidak di perbaiki,” ucap Paimin dan warga lainnya
“Warga sekitar juga mengharapkan pengawasan dari Dinas PUTR Pematang Siantar untuk mengawasi kerja rekanan, agar proyek tidak sia-sia nantinya,” ujar Paimin
Editor. : Taman Haloho










