SIANTAR I DIAN24NEW.com
Aksi unjuk rasa besar-besaran yang digelar elemen masyarakat bersama koalisi mahasiswa di Kota Pematangsiantar yang tampak berlangsung tegang itu membuahkan hasil. Dimana, Wali Kota Pematangsiantar, Wesly Silalahi, S.H., M.Kn dan Ketua DPRD Kota Pematamgsiantar resmi menandatangani Fakta Integritas pada Senin, 1 September 2025, dihadapan massa.
Massa yang menuntut keadilan untuk Affan Kurniawan, driver ojol yang tewas dalam demonstrasi di Jakarta, sempat membakar ban di depan gedung dewan sebagai bentuk kekecewaan atas ketidakadilan yang mereka rasakan.
Aksi ini mendapat pengawalan ketat aparat kepolisian. Asap tebal dari ban yang dibakar sempat menyelimuti area jalan utama di sekitar DPRD Siantar, namun situasi berangsur kondusif setelah perwakilan massa dipertemukan dengan pimpinan daerah.
Puncak aksi terjadi ketika Wali Kota Pematangsiantar Wesly Silalahi dan Ketua DPRD Pematangsiantar Timbul Marganda Lingga didampingi Kapolres Pematangsiantar AKBP Sah Udur Togi Marito Sitinjak menandatangani Fakta Integritas di hadapan massa.
Dalam dokumen berstempel resmi tersebut, Wali Kota dan Ketua DPRD Kota Pematamgsiantar berjanji memenuhi tuntutan rakyat, khususnya Kota Pematangsiantar, di antaranya
1. Membatalkan seluruh kebijakan yang tidak pro-rakyat, khususnya yang membebani masyarakat Pematangsiantar.
2. Memprioritaskan renovasi Pasar Horas serta menghentikan pembangunan Gedung DPRD Kota Pematangsiantar.
3. Membatalkan kenaikan pajak 1000% yang sebelumnya memberatkan rakyat (Keputusan Walikota No. 900.1.13.1/278/II/2024 tentang Besaran NJOP PBB P2 dan besaran minimal PBB P2 Tahun 2024–2026).
Sementara Ketua DPRD menyatakan siap menyampaikan aspirasi massa ke tingkat pusat, dengan tiga poin utama:
- Mendesak pembubaran DPR jika tidak berpihak kepada rakyat.
- Mendorong pengesahan RUU Perampasan Aset.
- Mengembalikan fungsi TNI dan Polri sebagai pengayom rakyat.
Koordinator aksi, Mansyah Sirait, menyebut penandatanganan fakta integritas ini merupakan bukti bahwa suara rakyat mendapat respon langsung dari pemerintah daerah.
“Ini baru langkah awal. Kami akan terus mengawal agar janji-janji ini benar-benar ditepati,” tegasnya.
Situasi yang sempat memanas akhirnya mencair setelah adanya penandatanganan kesepakatan ini. Ribuan massa yang memenuhi jalanan bersorak ketika Wali Kota menutup pernyataannya dengan teriakan lantang.
“Merdeka! Hidup Rakyat…”
Di sisi lain, Kapolres Pematangsiantar turut memastikan jalannya aksi tetap aman. Dalam konfirmasinya, ia menegaskan:
“Kita jaga kota ini tetap aman. Sejak awal hingga massa kembali, pengamanan kami lakukan sesuai izin keramaian. Kami pastikan Pematangsiantar kondusif”
Kesepakatan bersejarah ini menjadi bukti bahwa suara rakyat tidak bisa diabaikan, dan pemerintah akhirnya tunduk pada tuntutan masyarakat. (js/th)







