SIANTAR I DIAN24NEW.com
Kepala Dinas Koperasi Kota Pematangsiantar, Herbert Aruan, menegaskan bahwa program Koperasi Merah Putih (KMP) sudah disosialisasikan sejak tahap awal pembentukan. Hal itu disampaikannya usai memberikan keterangan di halaman kantor DPRD Kota Pematangsiantar, Jumat (19/9/2025), menanggapi kritik DPRD yang menilai pemerintah daerah belum serius menggerakkan koperasi.
“Sejak awal pembentukan kita sudah sosialisasi, bahkan sampai ke musyawarah kelurahan. Seluruh pengurus juga sudah kita latih. Kalau ada yang bilang belum tahu, mungkin dia tidak hadir,” ujar Herbert.
Ia menjelaskan, setiap koperasi memiliki lima orang pengurus yang dipilih langsung oleh masyarakat. Karena itu, mereka adalah orang-orang yang dipercaya untuk mewakili kelompok. “Itu hasil pilihan rakyat, bukan ditunjuk sembarangan. Jadi jiwa kewirausahaan harus ada dalam diri pengurus koperasi. Kalau belum ada, harus ditumbuhkan,” tegasnya.
Herbert juga menyebut pihaknya telah mempertemukan pengurus koperasi dengan calon mitra, seperti Pupuk Indonesia, Bulog, dan Pertamina. Bahkan, kegiatan sosialisasi pernah menghadirkan narasumber dari Dinas Provinsi dalam acara di Hotel Sapadia dan ruang PEPEDA.
Beberapa koperasi juga sudah berjalan, antara lain di wilayah Timur (satu koperasi), Marimbun (dua koperasi), dan Saris (satu koperasi). Ia mengaku telah turun langsung ke lapangan meninjau aktivitas koperasi tersebut.
Saat ini, seluruh koperasi diminta menyusun program bisnis, sesuai surat edaran yang sudah disampaikan Dinas Koperasi. “Hari Kamis depan (25/9/2025) batas waktu mereka menyerahkan program. Kalau belum, akan kita evaluasi supaya semua koperasi bisa bergerak,” katanya.
Menutup keterangannya, Herbert menegaskan bahwa pihaknya siap berdiskusi dengan pengurus maupun masyarakat jika ada yang merasa kurang sosialisasi. “Kalau masih ada yang merasa belum jelas, silakan datang ke kantor atau undang kami. Saya dan staf siap turun langsung,” pungkasnya. (js)







