Model
InternasionalKebudayaanMingguanNasionalPematangsiantarPeristiwaRegionalSeremonial

Perayaan Natal Katolik Pematangsiantar, Uskup Tegaskan Keluarga Pondasi Keselamatan

297
×

Perayaan Natal Katolik Pematangsiantar, Uskup Tegaskan Keluarga Pondasi Keselamatan

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com
Perayaan Natal Katolik Kota Pematangsiantar berlangsung khidmat di gelar di komplek SD Cinta Rakyat 2 Jalan Sibolga pada Selasa (30/12/2025). Perayaan ini mengusung tema “Allah Hadir Menyelamatkan Keluarga” (Mat 1:21–24) dengan subtema “Keluarga Katolik bersama Pemuda Katolik Bersatu Membangun Kota yang Berpengharapan” (Yer 29:7).

Nuansa Natal tampak kuat melalui dekorasi kelahiran Yesus di kandang Betlehem yang menjadi pusat refleksi iman. Suasana sederhana namun sarat makna itu menegaskan bahwa Allah hadir dalam kehidupan keluarga dan keseharian umat, bukan hanya dalam peristiwa besar.

Dalam kotbahnya, Mgr. Kornelius Sipayung, OFM.Cap menegaskan bahwa keselamatan Allah tidak hadir secara instan, melainkan bertumbuh melalui proses panjang dalam kehidupan keluarga. Allah hadir dalam keseharian—dalam kerja orang tua, doa yang setia, serta relasi yang dibangun dengan kesabaran dan kasih.

Baca Juga  Curhat Kamtibmas "Kopi Siantar Man Kepada Warga"

Uskup menyebut keluarga sebagai “dermaga kasih”, tempat setiap pribadi diterima, dikuatkan, dan dimuliakan. Di tengah dunia yang keras dan penuh persaingan, keluarga dipanggil menjadi ruang aman, tempat pulang, dan tempat bertumbuhnya harapan.

Lebih lanjut, Mgr. Kornelius mengingatkan pentingnya menanamkan empati, kedewasaan beragama, dan tanggung jawab sosial sejak dini. Menurutnya, berbagai persoalan sosial di masyarakat sering berakar dari lemahnya pendidikan nilai dalam keluarga. Keteladanan orang tua, seperti sikap saling memaafkan dan hidup sederhana, menjadi pelajaran nyata bagi anak-anak.

Ia juga menegaskan bahwa membangun keluarga Kristiani berarti menjadikan rumah sebagai Gereja kecil—tempat doa, dialog, pendidikan iman, serta pembentukan karakter, termasuk literasi digital yang bijak, kejujuran, dan kesederhanaan.

Baca Juga  Sejumlah Perangkat Daerah Terima Piagam Penghargaan Dari Ombudsman dan Kementerian PAN-RB

Dari keluarga-keluarga yang kuat inilah, kata Uskup, akan lahir generasi yang matang secara iman dan moral, serta siap berkontribusi membangun masyarakat dan kota.

Perayaan Natal Katolik Kota Pematangsiantar ini menjadi momentum pembaruan iman sekaligus ajakan untuk bersama-sama membangun kota yang ramah, toleran, dan berpengharapan, dimulai dari keluarga masing-masing.

Menutup kotbahnya, Mgr. Kornelius menegaskan bahwa Natal adalah kehadiran Allah yang memulihkan dan mengangkat martabat manusia melalui keluarga, memberi kekuatan agar keluarga tetap teguh menghadapi berbagai tantangan hidup. (***)