Pematangsiantar

Kunjungi Pajak Horas, Wali Kota Dapat Pantun, dr Susanti : Pantun itu Sebagai Dukungan Kepada Orang Melayu yang di Usir di Pulau Rempang

52
×

Kunjungi Pajak Horas, Wali Kota Dapat Pantun, dr Susanti : Pantun itu Sebagai Dukungan Kepada Orang Melayu yang di Usir di Pulau Rempang

Sebarkan artikel ini

SIANTAR – DIAN24NEW 

Wali Kota Pematang Siantar, dr Susanti Dewayani menyambangi dan bersilahturahmi bersama pedagang di Pasar Horas Kota Pematang Siantar, Jumat (7/10/2023) sekira pukul 10.00 Wib.

Dalam kunjungannya itu, selain berbelanja buah jeruk dan mendengar teriakan pedagang,”bocor….bocor…”, saat melintas di jalan antara  Gedung II dan Gedung III, disalah satu kios makan, Wali Kota wanita pertama di Kota Pematang Siantar itu juga mendapatkan sebuah pantun dari pedagang, “Bukan kampak sembarang kampak, tapi kampak pembelah kayu, Bukan Batak sembarang Batak tapi Batak kawan orang Melayu,”.

Mendengar pantun yang dilontarkan pedagang tersebut, dr Susanti pun tersenyum mendengarnya dan kembali melangkah. Ketika awak media bertanya kepada ibu yang mengaku boru Damanik apa arti dan maksud pantun pedagang itu, Menurut dr Susanti bahwa pantun itu sebagai dukungan  kepada orang Melayu yang diusir di Pulau Rempang yang diketahuinya dari televisi. 

Selain menjadi perhatian, banyak hal aneh, lucu dan bahkan penuh dinamika saat Wali Kota Pematang Siantar  dr Susanti Dewayani turun ke Pasar Horas. Termasuk ada menyatakan kepada awak media, “Aku piker Wali Kota datang mau bagi-bagi uang sama kami,” kata seorang pengunjung Pasar Horas.

Sementara, kunjungan Wali Kota ke Pasar Horas tersebut pada dasarnya ingin mengetahui bagaimana perkembangan harga-harga kebutuhan pokok. Terutama soal harga beras yang persediaan cukup tetapi harganya terus naik.

Wali Kota turun  ke Pasar Horas turut didampingi, Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf Hadrianus Yossy dan pihak PT Bulog,  personel Polres Pematang Siantar dari bagian Ekonomi, pejabat Pemko lainnya, termasuk Kadis Kominfo, Johannes Sihombing banyak mendapatkan informasi mengenai persoalan permasalahan di Pasar Horas tersebut, seperti teriakan pedagang terkait masalah kanopi yang berada di bagian atas antara gedung II dan Gedung III itu sudah banyak bocor. Sehingga, saat hujan tiba pedagang terpaksa  kerepotan  menutup dagangannya agar tidak basah.

“Ini bu, kanopi di atas itu banyak bocor,” kata salah seorang pedagang buah dengan suara agak keras kepada Wali Kota yang berhenti di depan dagangannya. Kemudian  pedagang lain akhirnya berteriak, “Bocor..Bocor”.  

Mendengar perkataan para pedagang itu, Wali Kota langsung mengarahkan pandangannya ke bagian arah kanopi yang bocor itu. Didampingi Dirut PD PHJ Bolmen Silalahi yang tampak tidak bereaksi. Namun Wali Kota juga hanya tersenyum. Bahkan, membeli jeruk pedagang tersebut.

Setelah jeruk dipilih pedagang sendiri dan ditimbang dengan berat sekitar 1 Kg, diserahkan kepada Wali Kota dan Wali Kota menyerahkannya lagi kepada ajudan perempuan. Sebelum Wali Kota beranjak, pedagang jeruk berjenis kelamin lelaki yang masih muda itu menyalam dan mencium tangan Wali Kota.

Sementara,  yang membayar jeruk bukan Wali Kota. Tetapi Herbert Aruan sebagai Kadis Koperasi, UMKM dan Perdagangan Kota Pematang Siantar dengan menyerahkan uang kertas Rp 50 ribu tetapi kembaliannya tidak diminta. Padahal harga jeruk Rp 13 ribu per kilogram.

Selanjutnya, saat Wali Kota bergerak lagi, tidak sedikit pedagang memanggil Wali Kota sembari menawarkan dagangannya.  Sehingga, Wali Kota sempat berhenti di depan pedagang tomat dan cabe. Setelah berbincang-bincang sejenak dan mengetahui harga tomat sedang naik, Wali Kota kembali bergerak.

Ketika berjalan menelusuri lokasi Pasar Horas yang tidak begitu ramai, Wali kota  tampak ramah dan selalu tersenyum saat disapa pedagang. Bahkan, ketika dipanggil seorang perempuan di pedagang sayur mayur dekat kios penjual daging, langsung berhenti.

Pedagang sayur itu mengaku, putrinya seorang  atlet senam disabilitas, Cyntia Rismauli Nainggolan telah diberangkatkan Wali Kota mengikuti  Olimpiade musim panas Summer Olympic World Games (SWOG) di Jerman bulan  Juni 2023 lalu.

“Terimakasih ibu, “ kata pedagang itu kepada Wali Kota sambil bersalaman. Saat itu  dr Susanti Dewayani bertanya bagaimana kondisi Cyntia Rismauli Nainggolan dan dijawab pedagang baik-baik saja.

Di salah satu kios makan, Wali Kota malah dihentikan seorang ibu. Kepada  Wali Kota malah mengucapkan pantun. “Bukan kampak sembarang kampak, tapi kampak pembelah kayu, Bukan Batak sembarang Batak tapi Batak kawan orang Melayu,” .

Wali Kota tersenyum mendengarnya dan kembali melangkah. Ketika awak media bertanya kepada ibu yang mengaku boru Damanik apa maksud pantun itu, dikatakan bahwa pantun itu sebagai dukungan  kepada orang Melayu yang diusir di Pulau Rempang yang diketahuinya dari televisi.

Banyak hal aneh, lucu dan bahkan penuh dinamika saat Wali Kota Pematang Siantar  dr Susanti Dewayani turun ke Pasar Horas. Termasuk ada menyatakan kepada awak media ini, “Aku piker Wali Kota datang mau bagi-bagi uang sama kami,” kata seorang pengunjung Pasar Horas.

Sementara, kunjungan Wali Kota ke Pasar Horas tersebut pada dasarnya ingin mengetahui bagaimana perkembangan harga-harga kebutuhan pokok. Terutama soal harga beras yang persediaan cukup tetapi harganya terus naik.

Wali Kota turun  ke Pasar Horas turut didampingi, Dandim 0207/Simalungun, Letkol Inf Hadrianus Yossy dan pihak PT Bulog,  personel Polres Pematang Siantar dari bagian Ekonomi, pejabat Pemko lainnya. Termasuk Kadis Kominfo, Johannes Sihombing. (sn)

 

Editor.       :   Taman Haloho