Model
KriminalMingguanNasionalPeristiwaRegionalSeremonial

Peredaran Narkoba di Pulau Raja, Asahan, Meresahkan Warga. Kades: “Bagaimanalah pak, tolonglah!”

373
×

Peredaran Narkoba di Pulau Raja, Asahan, Meresahkan Warga. Kades: “Bagaimanalah pak, tolonglah!”

Sebarkan artikel ini

ASAHAN I DIAN24NEW.COM
Peredaran narkoba di wilayah hukum (Wilkum) Polsek Pulau Raja semangkin marak dan sudah sangat meresahkan. Salah satunya di Dusun IV (Sibayak) Desa Mekar Sari, Kecamatan Pulau Rakyat, Kabupaten Asahan, Provinsi Sumatera Utara. Peredaran narkoba di kampung ini dilakukan secara terang-terangan, dan menjadi ancaman serius yang dapat menghancurkan masa depan generasi muda bangsa. .

“Narkoba bukan lagi dijual sembunyi-sembunyi, tapi sudah terang-terangan. Masyarakat resah, harapan kami, aparat bisa lebih tegas memberantas peredaran narkoba di dusun kami Sibayak “, ungkap sumber yang merupakan salah seorang warga setempat.

Praktik peredaran gelap narkotika di Sibanyak Desa Mekar Sari, disebut-sebut dua orang pria berinisial B dan G alias Maksom diduga sebagai aktor utama di balik jaringan narkoba yang secara terang-terangan beroperasi tanpa tersentuh hukum. Kondisi ini menyulut amarah publik sekaligus memicu kecurigaan adanya pembiaran sistematis oleh oknum aparat penegak hukum di level bawah.

Baca Juga  Sat Narkoba Polres Simalungun Bekuk Pengusaha Muda Cafe Santuy Beringin di Jalan Medan Diduga Terlibat Narkoba

Berdasarkan investigasi lapangan dan kesaksian warga, aktivitas bisnis haram sang bandar berpusat di rumah Banong dan Giran yang merupakan warga setempat tetapi tinggal di rumah kontrakan. Transaksi barang haram tersebut dilaporkan berlangsung masif siang dan malam, seolah menunjukkan bahwa sang pelaku merasa memiliki imunitas hukum yang kuat di wilayah tersebut.

“Kami mohon APH bertindak tegas dan segera mengambil tindakan untuk terciptanya rasa aman serta menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba”, ujarnya.

Sumber tersebut mengatakan, adapun lokasi yang digunakan untuk tempat pesta narkoba di Sibayak adalah di ladang kebun sawit milik Udin dan gubuk di ladang kebun sawit Tukian peringgan kebun PT. Lonsum, dan lesehan belakang pos kamling yang tidak jauh dari masjid di Dusun IV Sibayak Desa Mekar Sari.

Baca Juga  Ibu Muda di Asahan Dianiaya Suami, Meninggal Dunia

“Hampir tiap malam kami tidak bisa tidur tenang, terganggu bisingnya suara sepeda yang datang silih berganti kesuatu rumah kontrakan yang dicurigai sebagai bandar narkoba itu. Sudah banyak warga di kampung Sibayak ini baik tua maupun muda menjadi korban penyalahgunaan narkoba”, pungkas sumber itu.

Sementara itu Kepala Desa Mekar Sari, Eka Wahyudi, SH yang dikonfirmasi wartawan via hand phone tidak menepis maraknya narkoba di wilayahnya, beliau juga mengharapkan masalah narkoba bisa di atasi di Dusun IV Sibayak.

“Bagaimanalah pak, tolonglah caranya peredaran narkoba bisa berakhir di kampung itu, memang saya dengar masyarakat sudah resah dengan kehadiran orang asing yang keluar masuk di kampung itu”, tandas Kades. (***)