Model
Peristiwa

Hendak Pulang Kerumah Usai Jaga Padi di Sawah, Pelajar Jatuh dari Jembatan Bambu dan Terseret Arus Sungai

97
×

Hendak Pulang Kerumah Usai Jaga Padi di Sawah, Pelajar Jatuh dari Jembatan Bambu dan Terseret Arus Sungai

Sebarkan artikel ini

 SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com 

Seorang pelajar inisial JMP (12) diduga tergelincir dan jatuh dari jembatan bambu yang berada di Huta V Nagori Pokan Baru, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun dan mengakibatkan terbawa arus sungai Tongguran Unong Manik, yang ada dibawah jembatan bambu tersebut, Rabu (4/12/2024) sekitar pukul 16.30 WIB

Terkait hal ini Kapolsek Tanah Jawa, Kompol Asmon Bufitra, mengutarakan kronologi kejadiannya. 

” Pada Rabu (4/12/2024), Polsek Tanah Jawa  menerima laporan tentang seorang anak yang tergelincir dan jatuh dari jembatan bambu yang berada di Huta V Nagori Pokan Baru, Kecamatan Huta Bayu Raja, Kabupaten Simalungun.  yang mengakibatkan jatuhnya korban ke aliran sungai dan hanyut di Sungai Tongguran Unong Manik, yang ada dibawah jembatan bambu tersebut,” ujar Kompol Asmon Bufitra, Kamis (5/12/2024). 

Baca Juga  TKP di Air Terjun Dolok Merawan Pelaku Pembunuhan Mahasiswi Fakultas Ekonomi USI Dibekuk di Kost

Iya menjelaskan dengan cepat setelah menerima informasi dari masyarakat. “Setelah mendapat laporan, kami segera mengirimkan tim untuk bergabung dalam pencarian korban. Kami bersama warga setempat mulai berusaha menemukan korban yang terseret arus,” ujar Kompol Asmon.

Korban diketahui terjatuh dari sebuah jembatan bambu saat hendak pulang dari menjaga padi di sawah. Akibat terpeleset, korban JMP jatuh ke dalam sungai dan terbawa arus deras. Upaya pencarian dilakukan dengan penuh semangat meskipun arus sungai yang deras dan medan yang sulit.

Sekitar empat jam setelah kejadian, tepatnya pukul 21.00 WIB, korban akhirnya ditemukan oleh dua saksi, Indra Fransisko Pasaribu dan Apandi Gurning, berjarak sekitar 8 kilometer dari titik awal kejadian. JMP ditemukan sudah dalam keadaan tak bernyawa. 

Baca Juga  Fraksi Gerindra "Mogok" di Paripurna APBD Pematangsiantar 2026. Gusmiyadi: "Staf Sakit, Evaluasi!"

Warga yang turut membantu pencarian segera mengangkat korban dan membawanya ke rumah duka.

“Meski lelah dan penuh tantangan, kami terus bekerja sama dengan warga. Alhamdulillah, kami akhirnya berhasil menemukan korban,” ujar Indra, salah seorang saksi yang turut dalam pencarian.

Pihak keluarga korban, yang merasa kehilangan, menganggap bahwa penyebab kematian adalah karena kelelahan dan tenggelam setelah tergelincir dari jembatan. Mereka juga meminta agar korban tidak dilakukan autopsi, yang telah disetujui oleh pihak berwenang.

Pihak medis, melalui bidan desa, mengonfirmasi bahwa tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. “Visum luar tidak menunjukkan adanya tanda kekerasan, hanya kecelakaan murni akibat tergelincir,” ungkap Eva Butar-Butar, Bidan Desa Puskesmas Huta Bayu.

Baca Juga  Operasi Khusus Polres Simalungun Berhasil Minimalisir Balap Liar dan Tertibkan Kendaraan Ojol

Kejadian ini mengingatkan pentingnya kewaspadaan dan saling membantu dalam menghadapi bencana alam seperti arus sungai yang deras. Polsek Tanah Jawa dan warga setempat menunjukkan solidaritas yang tinggi dalam upaya pencarian, meskipun penuh dengan tantangan.(th)