SIANTAR – DIAN24NEW
Musibah pagar Sekolah Menengah Pertama Negeri (SMPN) 1 Kota Pematang Siantar, yang terletak Jalan Merdeka, Kelurahan Pardomuan, Kecamatan Siantar Timur, Kota Pematang Siantar roboh dan menimpa muridnya.
Informasi yang dihimpun dian24new.com, ditempat kejadian perkara (TKP), peristiwa robohnya pagar sekolah itu terjadi, Kamis (3/8/2023).
“Kejadiannya pukul 07.46 Wib, saat jam belajar. Dimana, lantai tempat siswa (korban) berdiri ambruk dan si siswa (korban) turut terperosok dan mengalami luka pada bagian kepala dan langsung dibawa ke RS Vita Insani Pematang Siantar. Hingga saat ini korban (siswa) dalam keadaan sadar,” ucap sumber kepada dian24new.com, Kamis (3/8/2023).
Ketika itu, korban sedang berdiri di depan sekolah tepatnya di pagar tembok. Secara tiba-tiba tembok pagar roboh dan korban ikut terperosok kedalam lubang tembok pagar yang roboh.
Diduga robohnya tembok pagar sekolah SMPN 1 Kota Pematang Siantar itu ada kaitannya dengan pembangunan Gedung Merdeka yakni eks Gedung Olah Raga (GOR), yang letaknya pas disamping Gedung SMPN 1 Kota Pematang Siantar.
Dimana, proses pengerjaan Gedung Merdeka (eks GOR) itu dikerjakan oleh PT Suriatama Mahkota Kencana (Suzuya Group)
Ketika hal ini dikonformasi ke Kepala Sekolah SMPN 1 Kota Pematang Siantar, Jhon Edi, melalui pesan singkat washapp, hingga berita ini diturunkan ke redaksi tidak ada jawaban (balasan).
Plt Kepala Dinas Pendidikan (Plt Kadisdik) Kota Pematang Siantar RB Manurung kepada dian24new.com, membenarkan peristiawa robohnya tembok pagar sekolah tersebut. ” Iya benar. Kejadiannya pukul 07.46 Wib. (lantai tempat si siswa berdiri ambruk dan si siwa turut terperosok ). Korbam langsung dibawa ke RS Vita Insani hingga saat ini masih di rawat inap.
Kondisi si siswa dalam keadaan sadar, ada luka di kepala,” ucap RB Manurung.
“Fundasinya sudah menggantung hanya ditahan broti. Kabar terakhir si siswa (korban) sudah di rumah pak. Keadaan sudah mendingan. Hasil rongsen pada kepala hasil nya baik. Gak ada yang serius. Pada kaki ada bengkak” terangnya.
Lebih lanjut, dijelaskan RB Manurung bahwa kondisi siswa (korban) sudah membaik dan sudah dirumah. Diharapkan kepala sekolah memperhatikan dan mengkoordinasikan dengan pihak pengembang keselamatan peserta didik. Dan bermohon kepada sipengembang agar memperhatikan keselamatan peserta didik,” ujarnya.
Editor. : Taman Haloho







