Model
Simalungun

Petani Kampung Ranto Nagori Mekar Bahalat Jawa Maraja Bah Jambi Butuh Perbaikan Irigasi

171
×

Petani Kampung Ranto Nagori Mekar Bahalat Jawa Maraja Bah Jambi Butuh Perbaikan Irigasi

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com 

Petani di Kampung Ranto Desa (Nagori) Mekar Bahalat Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) membutuhkan perbaikan jaringan irigasi yang rusak berat akibat longsor pada Januari 2025 lalu di daerah itu., guna untuk mengaliri air ke sawah seluas lebih kurang 200 ha

Ditemui  dilokasi irigasi yang rusak, Jumat, (16/5/2025), Joko Purwanto, warga Kampung Ranto Nagori Mekar Bahalat, Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun mengatakan hancurnya irigasi ini pada bulan January 2025 lalu dan sampai saat ini belum juga ada perbaikan pembangunan dari Pemerintah Kabupaten Simalungun.

“Jaringan irigasi tersebut sangat bermanfaat bagi petani untuk mengairi lahan sawahnya di kecamatan ini,” ungkap Joko.

Baca Juga  Golkar Klaim Unggul di Simalungun,  Raih 15 Kursi DPRD di Pemilu 2024

Dijelaskan Ranto, irigasi Parbessi Huta Ranto Desa Mekar Bahalat Kecamatan Jawa Maraja Bah Jambi Kabupaten Simalungun yang sudah rusak ini awalnya dibangun oleh warga dengan dana swadaya sebesar 25 juta rupiah dan selesai. 

“Kendala dan permintaan petani pembangunan buangan pasir dan irigasi, sehingga tidak terkendala bertanam padi. Kami petani di Kampung Ranto iNagori Mekar Bahalat bermohon kepada Bupati dan Wakil Bupati Simalungun agar secepatnya memberikan pembangunan di daerah ini,” ucapnya.

Kepala Desa Mekar Bahalat Parsaoran Manik mengatakan, 

“Kta sudah cukup sabar dalam menangani bencana pertanian ini, yang membuat warga putus asa dan bermohon kepada kita Pemerintah Desa untuk secepatnya tangani ini agar dapat melanjutkan kehidupan warga kita”, ucap Kepala Desa Mekar Bahalat Parsaoran Manik

Baca Juga  Pimpin HLM TPID dan TP2DD Tahun 2026, Bupati Simalungun Pastikan Masyarakat dan Pengunjung Aman Nyaman di Idul Fitri

Lebih lanjut dikatakan Parsaoran Manik, Irigasi hancur dan kesepakatan warga untuk membangunan irigasi yang rusak tersebut terlaksana sesuai swadaya masyarakat yang sudah tercapai dan pembangunan terlaksana. Terkendala, semua berkolam sama dengan ber padi”, ujarnya 

“Kita juga sudah sampaikan hal ini kepada Dinas Bencana alam,  Dinas Pertanian, Dinas Pengairan, kepada Sekretaris Dewan, namun hasilnya kosong sampai saat ini,” jelasnya

“Kita sebagai Pemerintah Desa bermohon kepada Bupati dan Wakil Bupati Simalungun, terkhusus Dinas terkait agar segera turunkan pembangunan irigasi dan pembangunan buangan pasir,” harapnya

Ketika dikonformasi kepada Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Simalungun Esron Sinaga dan Kepala dinas (Kadis) PU Kabupaten Simalungun Hotbin Damanik melalui seluler tak angkat dan pesan singkat yang dilayangkan tak dibalas sampai berita ini diturunkan ke meja redaksi.(NSi/th)