SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Warga Huta IV Marihat Lela, Nagori Lingga, Kecamatan Gunung Malela digegerkan penemuan jasad ibu rumah tangga di rumahnya sendiri dalam kondisi tubuh mulai membusuk, Jumat 15 Mei 2026.
Korban diketahui bernama Sarpina Sinaga, 44 tahun. Tim INAFIS Polres Simalungun langsung olah tempat kejadian perkara untuk mengungkap penyebab kematian.
Kasi Humas Polres Simalungun AKP Verry Purba sebut penanganan kasus ini cerminan komitmen Polres Simalungun hadirkan pelayanan berintegritas dan humanis.
“Begitu laporan temu mayat diterima, personel Polsek Gunung Malela langsung bergerak dan berkoordinasi dengan Tim INAFIS Polres Simalungun untuk segera melakukan olah TKP secara profesional,” ujar AKP Verry Purba.
Penemuan bermula dari kecurigaan tetangga sekaligus sahabat korban, Asniroya Saragih, 55 tahun, karena Sarpina tidak datang ke rumahnya selama dua hari tanpa pamit sejak Rabu 14 Mei 2026.
“Biasanya Sarpina datang ke rumah saya setiap malam sekitar pukul 19.00 WIB dan pulang sekitar pukul 22.00 WIB. Karena beberapa hari tidak kelihatan, saya suruh suami saya pergi mengecek kondisinya,” kata Asniroya.
Suami Asniroya, Maruli Purba, 60 tahun, mendatangi rumah korban yang berjarak 100 meter. Lampu rumah masih menyala, namun tidak ada sahutan saat dipanggil. Dari jendela terlihat tubuh Sarpina duduk di kursi tanpa bergerak.
Warga yang datang mendapati pintu terkunci dari dalam. Mulia Susiratno berhasil masuk lewat celah pintu samping dan membuka pintu utama. Di ruang tamu, Sarpina ditemukan duduk di bangku plastik dalam keadaan berbau dan mulai membusuk.
Personel Polsek Gunung Malela dipimpin IPDA B. Situngkir SH mengamankan lokasi. Tim INAFIS AIPDA Owen Saragih dan AIPDA Sujid Saputra melakukan olah TKP disaksikan pemerintah nagori dan Babinsa.
“Tim INAFIS kami bekerja cermat dan sistematis di lokasi. Setiap detail TKP diidentifikasi untuk memastikan penyebab kematian korban dapat diketahui secara ilmiah dan akuntabel,” ungkap AKP Verry Purba.
Jenazah dibawa ke RSUD Dr. Djasamen Saragih Pematangsiantar untuk visum luar oleh dr. Joko Arianto http://M.Ked (For) http://Sp.FM. Hasil visum tidak ditemukan tanda kekerasan. Kematian diduga akibat hipertensi, diperkirakan lebih dari 48 jam sebelum ditemukan.
“Berdasarkan hasil visum luar, tidak ada indikasi kekerasan. Korban diduga meninggal akibat sakit,” pungkas AKP Verry Purba. (th)







