SIANTAR I DIAN24NEW.COM
Dinamika politik kebangsaan menguat di Siantar. Wali Kota Wesly Silalahi SH MKn hadir sekaligus menyerahkan santunan Rp15 juta untuk anak yatim pada pelantikan Pengurus Daerah Al Jam’iyatul Washliyah Kota Pematangsiantar Masa Bakti 2026-2031, Sabtu 13/06/2026 di Kantor PD Al Washliyah, Jalan Brigjen Rajamin Purba, Siantar Sitalasari.
Wesly hadir bersama Ketua TP PKK Ny Liswati Wesly Silalahi, putri Sarah dan Olivia Silalahi. Prosesi pelantikan dipimpin Ketua PW Al Washliyah Sumut Dr H Dedi Iskandar Batubara SSos SH MSP MH CIRBC CWC yang juga anggota DPD RI.

*1. Politik Kolaborasi: Pemko Gandeng Ormas Islam*
Wesly menegaskan Al Washliyah bukan sekadar ormas keagamaan, tapi mitra pemerintah membangun Siantar. “Pelantikan ini bukan seremonial, tapi awal tanggung jawab besar untuk kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan Kota Pematangsiantar,” ujarnya.
Ia ajak pengurus baru perkuat ukhuwah, silaturahmi, dan kolaborasi. “Pemerintah tidak bisa kerja sendiri. Dibutuhkan dukungan seluruh elemen, termasuk organisasi keagamaan, agar pembangunan dirasakan semua warga,” tegas Wesly.
Wesly juga ajak jaga Siantar sebagai kota rukun dan toleran. Perbedaan disebut jadi kekuatan pembangunan.

*2. Politik Identitas: Al Washliyah Tegaskan Independen*
Ketua PW Al Washliyah Sumut Dedi Iskandar Batubara menegaskan posisi politik ormasnya. “Al Washliyah bukan partai politik dan tidak berafiliasi ke mana pun. Kita independen,” tukasnya.
Dedi sorot capaian Siantar peringkat 4 Kota Toleran se-Indonesia. Ia nilai itu bukti kekompakan Pemko, ormas, dan masyarakat. Ia juga ucap selamat ke Wesly yang akan ikut pendidikan Lemhanas Jakarta-Singapura, menilai Siantar layak diwakili karena reputasi toleransinya.

*3. Politik Target: Siantar Bidik Peringkat 1 Toleransi*
Ketua PD Al Washliyah Siantar terpilih Muhammad Ishak Hutasuhut pasang target politik sosial: Siantar harus raih peringkat 1 Kota Toleransi Indonesia.
“Al Washliyah berbuat untuk seluruh umat, bukan satu golongan. Kami siap garda terdepan program keumatan Pemko. Jika ada gesekan di luar koridor, Al Washliyah tidak melegalkan. Saya garansi, kalau Al Washliyah Siantar berbuat, saya yang maju ke depan,” tegas Ishak.

Susunan pengurus baru: Ketua Muhammad Ishak Hutasuhut, Sekretaris Heri Kistanto, Bendahara Henri Gunawan Purba SH beserta jajaran wakil.
Hadir juga Wakil Wali Kota Herlina, Wakapolres Kompol Budiono Saputro, Ketua MUI Drs HM Lubis, pendeta HKI, Forkopimda, dan ormas Islam.
Pelantikan ditutup santunan anak yatim. Wesly-Ny Liswati serahkan bantuan Rp15 juta ke Ketua Panitia Syahrul Ramadhan Pane SH MH.

Pesan politiknya jelas: Pemko Wesly-Herlina butuh mesin sosial ormas Islam untuk jaga stabilitas dan raih prestasi toleransi. Al Washliyah siap jadi “garda depan” kebijakan keumatan. (ril/th)







