Model
Simalungun

Puluhan Petani di Simalungun Protes, Tuding Kades Mekar Mulia Monopoli Pupuk Bersubsidi

135
×

Puluhan Petani di Simalungun Protes, Tuding Kades Mekar Mulia Monopoli Pupuk Bersubsidi

Sebarkan artikel ini
Ket foto : Kades Mekar Mulia Sudar serta istri satu kelompok tani

SIMALUNGUN I DIAN24NEW.COM
Puluhan petani yang tergabung dalam Kelompok Tani Simpati 12, 1 dan 5 menggelar aksi protes di Desa Mekar Mulia, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, Senin 13/7/2026. Mereka menuduh Kepala Desa Mekar Mulia Sudar Luberki memonopoli penyaluran pupuk bersubsidi bantuan pemerintah.

Ketua Kelompok Tani menyatakan jatah pupuk Urea dan Ponska yang seharusnya dibagikan merata kepada anggota kelompok, justru dialihkan.

“Kami sudah terdaftar di RDKK (Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok). Namun saat pupuk datang, Kades malah menyalurkannya ke langganan kios dekatnya yang bukan petani aktif, dan sebagian lagi dijual ke toke. Kami yang butuh malah tidak kebagian sama sekali,” ungkapnya dengan nada kesal.

Baca Juga  Dinilai Tidak Ada Inovasi dan Lalai Jalani Tupoksi, Bupati Radiapoh Diminta Evaluasi dan Copot Kadis Disperindag

Berdasarkan data di lapangan, pupuk tersebut diduga kuat ditimbun dan dijual kembali oleh oknum Kepala Desa kepada pihak luar dengan harga lebih mahal.

Warga menuntut Inspektorat Kabupaten Simalungun dan aparat penegak hukum segera melakukan audit investigasi serta menindak tegas oknum Kades tersebut.

Jika tuntutan tidak diindahkan, warga mengancam akan melakukan aksi mogok tanam dan melaporkan kasus ini ke tingkat yang lebih tinggi.

DR. H. Novri Ompusunggu, SH, MH menilai tindakan tersebut merupakan penyalahgunaan wewenang.

“Waduh sangat miris kelakuan Kades Mekar Mulia ini. Di tengah galak-galaknya Presiden Prabowo memerangi korupsi, pak Kades masih mau bermain dengan pupuk bersubsidi. Ini jelas penyalahgunaan wewenang oleh aparatur desa dalam distribusi pupuk bersubsidi merupakan tindak pidana yang sangat merugikan negara dan petani,” katanya.

Baca Juga  Kapolres AKBP Choky : Tidak Boleh Ada Duri Dalam Daging di Institusi Kita

“Kalau memang ini yang dilakukan Kades, mari kita laporkan kepada pihak kepolisian yang dirugikan negara terkait pupuk bersubsidi atau Kejaksaan bidang Pidana Khusus, karena ini merupakan perbuatan yang merugikan keuangan negara,” tegasnya.

Kepala Dinas Pertanian Simalungun Jenri Saragih saat dikonfirmasi mengatakan akan berkoordinasi dengan penyuluh melalui Katimker yang ada di CWS Panei Tongah.

“Kelembagaan petani ditangani oleh BPPSDM Kementan,” ucapnya.

Sementara Kepala Desa Mekar Mulia Sudar Luberki dikonfirmasi melalui seluler belum merespons hingga berita ini diturunkan.

Kasus dugaan penyelewengan pupuk bersubsidi ini menambah daftar persoalan distribusi pupuk di tingkat desa yang kerap dikeluhkan petani. Warga berharap aparat terkait segera turun tangan agar subsidi pemerintah benar-benar sampai kepada petani aktif. (th/NSI)