SIMALUNGUN – DIAN24NEW
Warga keberatan atas proyek pekerjaan jalan yang mengunakan material hotmix sepanjang 360 meter Bantuan Keuangan Propinsi (BKP) Tahun Anggaran 2023 dengan dana lebih kurang Rp 1 miliar di Nagori Panambean Marjandi Kecamatan Tanah Jawa kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) yang sudah selesai di bongkar kembali. Pasalnya proyek yang di awasi Dinas PUPR Simalungun ini dikerjakan asal- asalan, permukaan aspal kondisi sudah retak karena pekerjaan penghamparan material aspal dilakukan saat turun hujan deras.
Pantauan Dilokasi Jumat (19/1/2024) dimana tampak dua alat berat greder dan stamper sedang berada dilokasi sebagian permukaan aspal sudah di bongkar dan memang kondisi aspal sepanjang 360 meter tersebut sudah retak padahal baru hitungan hari dikerjakan.
Pangulu Nagori Panambean Marjandi Hendrik Siahaan SH mengatakan proyek Pengaspalan dengan Mengunakan Aspal Hotmix itu dikerjakan pada bulan desember lalu, namun karena permukaan aspal sudah tamoak retak- retak dan goyang, sehingga warga keberatan atas pembangunan jalan tersebut,” Pengaspalan jalan ini panjangnya kurang lebih 360 meter dan dananya lebih kurang 1 miliar dan kontraktornya marga Napitupulu dari daerah Sidikalang.
Dan menurut informasi proyek itu Aspirasi DPRD Mangapul Purba dari Partai PDIP, memang pada saat pelaksanaan penghamparan aspal hotmix hujan cukup deras makanya warga disini tidak terima pembangunan jalan ini karena di sangsikan ketahanan konstruksinya tidak tahan lama, tetapi tadi pagi dari dinas PUPR dan kontraktor serta alat berat sudah ada di lokasi lantas langsung membongkar permukaan aspal seperti yang tampak sekarang, setelah melihat pembongkaran ini warga sudah merasa senang,” ujarnya
Sementara Pejabat Pembuat Komitment PUPR kabupaten Simalungun Nalom Pangaribuan yang Coba di konfirmasi wartswan Melalu Telepon Selular tidak menjawab, namun salah satu Staf yang tidak mau menyebut Namanya mengatakan bahwa Anggaran Pekerjaan itu dari Bantuan Keuangan Propinsi (BKP) kepada Pemkab Simalungun yang dikelola Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat ( PUPR).
Dan Proyek itu setahunya belum di Bayar.
Editor. : Taman Haloho
Wartawan. : L Pangaribuan










