SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Reinhard Raji Manurung, pria penyandang disabilitas kelahiran 6 Mei 2003 yang viral di TikTok lewat akun @SI OPPUNG_MANS, kembali menunjukkan kepeduliannya. Pada Selasa 2/9/2026, Raji melakukan aksi sosial mengunjungi sejumlah penyandang disabilitas dari rumah ke rumah di wilayah Kabupaten Simalungun.
Aksi itu menjadi bukti komitmen Raji untuk terus memberi perhatian kepada sesama penyandang disabilitas. Ia tidak hanya membawa bantuan, tetapi juga meluangkan waktu mendengarkan cerita, keluh kesah, dan melihat langsung kondisi sahabat-sahabatnya.
Bagi Raji, kegiatan sosial sudah menjadi bagian dari hidupnya. Ia menegaskan, membantu tidak harus menunggu punya uang banyak.
“Jangan menunggu kaya untuk berbagi. Kita bisa memulainya dari hal kecil dan sederhana,” ujar Raji penuh semangat saat menyambangi kediaman penyandang disabilitas.
Pendekatan dari rumah ke rumah dipilih Raji agar bisa melihat kondisi nyata dan membangun komunikasi personal. Baginya, bantuan bukan hanya soal materi.
“Penyandang disabilitas bukan untuk dikasihani, melainkan untuk diperhatikan dan dianggap sama derajatnya dengan manusia lain,” katanya.

Raji juga menyoroti masih banyak penyandang disabilitas yang butuh perhatian berkelanjutan, bukan bantuan sesaat. “Kepedulian harus diwujudkan melalui kehadiran, komunikasi, dan kemauan untuk mendengarkan,” ujarnya.
Aksi Raji tidak lepas dari dukungan para pengikut di TikTok. Lewat siaran langsung di akun @SI OPPUNG_MANS, Raji kerap menggalang kepedulian bersama.
Ia mengaku bersyukur atas kepercayaan yang diberikan. “Dukungan tersebut tidak hanya bernilai materi, tetapi juga bentuk kepedulian bersama terhadap sesama,” ucapnya.
Dalam live-nya, Raji juga sering mengingatkan prinsip hidup:
“Jangan tanya dirimu apa yang akan kamu dapat, tetapi tanyalah dulu dirimu sendiri apa yang sudah kamu perbuat.”
Pesan itu kini menjadi pegangan Raji untuk terus menginspirasi masyarakat agar tidak ragu membantu sesuai kemampuan.
Selain bergerak mandiri, Raji juga menyuarakan harapan kepada pemerintah. Ia berharap Pemerintah Kabupaten Simalungun bersama Dinas Sosial lebih aktif memperjuangkan hak-hak penyandang disabilitas.
Menurutnya, pemenuhan hak penyandang disabilitas bukan soal belas kasihan, melainkan tanggung jawab negara sesuai Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas.
“Aturan itu harus benar-benar dirasakan, terutama oleh penyandang disabilitas di daerah,” tegasnya.
Raji juga mengajak teman-teman disabilitas untuk tidak rendah diri. “Keterbatasan fisik bukan alasan untuk kehilangan kesempatan hidup setara,” katanya.
Melalui aksi sederhana 2 September 2026, Reinhard Raji Manurung membuktikan bahwa kepedulian bisa dimulai dari langkah kecil: datang dari pintu ke pintu, mendengar, dan berbagi.
Ia berharap gerakan kecil ini bisa meluas, sehingga penyandang disabilitas tidak hanya dibantu saat butuh, tetapi juga mendapat kesempatan, penghormatan, perlindungan, dan perlakuan setara dalam masyarakat.
Di tengah keterbatasannya, Raji justru menjadi teladan. Seorang influencer yang menggunakan popularitasnya bukan untuk pamer, melainkan untuk mengetuk hati banyak orang agar peduli kepada sesama. (th)







