Example 120x600
Nasional

Soal Krisis Air Gunung Maligas, 3.600 Pelanggan Terdampak, Meteran Ngacir Karena Angin, Warga Bayar Mahal

140
×

Soal Krisis Air Gunung Maligas, 3.600 Pelanggan Terdampak, Meteran Ngacir Karena Angin, Warga Bayar Mahal

Sebarkan artikel ini
Ket foto : Wahyu Ka. Unit PDAM Karang Anyer Kecamatan Gunung Maligas.

 

SIMALUNGUN | DIAN24NEW.COM
Soal krisis air bersih PDAM Tirta Lihou Cabang Gunung Maligas terus bergulir. Pihak PDAM mengaku jumlah pelanggan air mencapai 3.600 pelanggan, sebab air macet karena dari 4 mesin pompa, satu di antaranya rusak. Saat ini sedang dalam perbaikan ke Medan untuk mencari alat-alatnya.

Alasan tersebut disampaikan pihak PDAM Tirta Lihou Kabupaten Simalungun, melalui Wahyu Ka. Unit PDAM Karang Anyer Kecamatan Gunung Maligas, terkait macetnya distribusi air yang hampir tiap minggu terjadi dan membuat warga Kecamatan Gunung Maligas sering tidak bisa mandi.

Namun keluhan warga ternyata tidak hanya soal pasokan air yang macet. Saat pelanggan membuka kran air, angin yang keluar dan meteran air berjalan kencang, hingga merugikan konsumen karena harus bayar tarif air mahal padahal yang didapat hanya angin.

Baca Juga  Tangkahan Pasir di Desa Bahal Batu Simalungun Beroperasi Tanpa Izin, Warga Minta Ditutup

Salah seorang pelanggan air B. Purba yang merupakan mantan Camat mengaku resah, selain angin yang keluar dari kran air, terkadang juga lumpur yang keluar dari kran.

“Bayar mahal, yang keluar angin dan lumpur. Ini jelas merugikan kami sebagai pelanggan. Sudah airnya macet, giliran hidup malah anginnya yang kencang, meteran jalan terus,” keluh B. Purba.

Hal senada juga dikatakan pelanggan air Pak Trimo, Kamis 15 Oktober 2026, turut mengaku resah akibat pasokan air pihak PDAM, karena air yang keluar dari kran cukup kecil.

“Airnya kecil sekali, tidak cukup untuk kebutuhan sehari-hari. Kadang hidup satu hari, besoknya macet lagi. Begitu terus,” ujar Pak Trimo.

Baca Juga  Bupati Simalungun Raih Penghargaan Paritrana Award 2025

Kondisi ini membuat warga semakin mendesak Direktur Utama Perumda Tirta Lihou dan Bupati Simalungun untuk segera mengevaluasi total kinerja Kacab Gunung Maligas. Warga menilai kerusakan satu pompa dari empat pompa seharusnya tidak menjadi alasan melumpuhkan pelayanan untuk 3.600 pelanggan.

Warga juga meminta DPRD Simalungun turun langsung melakukan sidak, serta meminta audit meteran air yang dinilai merugikan konsumen karena angin juga dihitung sebagai pemakaian air. (tim)

Ket foto : Wahyu Ka. Unit PDAM Karang Anyer Kecamatan Gunung Maligas.