SIMALUNGUN – DIAN24NEW.com
Tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba menyisahkan duka mendalam. Meski sudah lima tahun berlalu, duka itu masih terasa dan tidak luput dari benak keluarga, kerabat, maupun sahabat yang ditinggal pergi para korban untuk selamanya.
Tangis dan kesedihan, begitu pecah kala kabar tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun rute Simanindo Kabupaten Samosir – Tigaras Kabupaten Simalungun terdengar hingga ketelinga. Seakan tidak percaya, orang yang berpamitan pergi nyatanya tak kunjung kembali.
Meski tahun berganti, sedih dan pilu tetap membekas dalam benak Alif, salah seorang anak dari korban tenggelamnya Kapal KM Sinar Bangun, asal Sait Buttu Saribu Kecamatan Pamatang Sidamanik, yang saat itu ikut hadir ziarah bersama Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) dan keluarga serta keluarga para korban di Monumen KM Sinar Bangun, yang berada di objek wisata Tiga Ras Kecamatan Dolok Pardamean Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, Selasa (18/6/2024).
Dimana saat kejadian, Alif saat itu masih berusia 6 bulan, sudah harus kehilangan orang tua nya yang ikut menjadi korban dalam tragedi tenggelamya Kapal KM Sinar Bangun tersebut.
Suasana haru pun menyelimuti seluruh peserta Ziarah termasuk Bupati Simalungun Radiapoh Hasiholan Sinaga (RHS) dan Keluarga saat melihat Alif, karena saat bayi sudah kehilangan orangtua nya.
Momen Ziarah ke Monumen tersebut berlangsung setiap tahunnya yang dilakukan oleh Bupati Simalungun dan keluarga serta keluarga para korban.
Mengawali kegiatan Ziarah tersebut, Bupati Simalungun RHS dan keluarga didampingi sejumlah tokoh agama dan tokoh masyarakat dan keluarga korban melakukan tabur bunga di titik lokasi tenggelam nya KM. Sinar bangun yakni di perairan Danau Toba.
Selanjutnya Bupati Simalungun RHS dan rombongan menuju Monumen KM Sinar Bangun untuk melakukan kegiatan yang sama, diiringi Isak tangis dari keluarga para korban.
Tragedi tenggelamnya Kapal Motor (KM) Sinar Bangun terjadi pada 18 Juni 2018 lalu. Jumalah menjadi korban tragedi nahas di Danau Toba Sunatera Utara sebanyak 164 orang, 3 orang dinyatakan meninggal dan 161 orang dinyatakan hilang.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Simalungun RHA menyampaikan rasa duka yang mendalam atas peristiwa KM Sinar Bangun yang terjadi lima Tahun lalu.
“Semua warga Kabupaten Simalungun merasakan kesedihan yang sangat mendalam karena tragedi tenggelam KM Sinar Bangun,”ucap Bupati kepada keluarga korban.
Untuk itu, Bupati berharap kepada seluruh keluarga agar tetap bersabar dan mendoakan keluarganya yang menjadi korban dalam tragedi tenggelamnya KM Sinar Bangun di Danau Toba.
“Tetap kita berikan doa kepada para korban, kita mohon kepada sang pencipta agar korban yang meninggal maupun yang hilang di terima di sisi Tuhan,”ucap Bupati.
Tampak hadir dalam acara tersebut antara lain Camat Dolok Pardamean bersama Forkopimca, tokoh agama dan tokoh masyarakat Tiga Ras. (th)










