Model

Model

Model
Pematangsiantar

Cinta Berujung Maut, Mahasiswi Fakultas Ekonomi USI Diduga di Bunuh Mantan Pacar Gegara Sakit Hati

29
×

Cinta Berujung Maut, Mahasiswi Fakultas Ekonomi USI Diduga di Bunuh Mantan Pacar Gegara Sakit Hati

Sebarkan artikel ini

SIANTAR – DIAN24NEW 

Sungguh tragis kisah cinta seorang Mahasiswi Fakultas Ekonomi Universitas Simalungun (USI) Program Studi Manajemen stambuk 2020, yang berakhir dengan pembunuhan oleh mantan pacarnya.

Model

Korban Tantri Yulia Tanjung, Warga Karang Sari Pasar Dua, Kabupaten Simalungun harus pergi menghadap sang khalik dengan cara mengenaskan. Mahasiwi Fakultas Ekonomi USI Program Studi Manajemen Stambuk 2020 ini tewas setelah diduga dihabisi oleh mantan kekasihnya

Motifnya sementara, diduga gegara mantan kekasihnya itu sakit hati.  Korban ditemukan, Sabtu (15/7/2023) pagi di daerah Pabatu, Serdang Bedagai.

Penuturan Danu, yang merupakan keponakan korban, membenarkan adanya penemuan jenazah korban. 

Danu mengatakan korban ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa. “Kami tadi yang mengangkat korban Bang. Sekarang jenazahnya sudah dibawa ke RS Bhayangkara Tebing Tinggi,” kata Danu Kepada wartawan Sabtu (15/7/2023)

Kata dia, korban diduga dihabisi oleh kekasihnya atau mantan pacarnya karena diduga ada unsur sakit hati.

Menurut informasi pihak keluarga, korban diperkirakan sudah meninggal dunia 5 hari lalu dan jenazahnya dibuang oleh mantan pacarnya ke jurang di Dolok Merawan, Serdang Bedagai. Tak hanya menghabisi nyawa korban, pelaku juga membawa lari kereta (sepeda motor) milik korban. 

Pelaku Sempat Minta Uang Tebusan Rp5 Juta

Penemuan mayat Tantri, mahasiswa Universitas Simalungun di Kabupaten Serdang Bedagai dikonfirmasi keluarga. Sepupu korban, Irfan ketika diwawancara wartawan, Sabtu (15/7/2023), mengatakan pihak keluarga saat ini berada di Rumah Sakit Bhayangkara, Tebing Tinggi.

“Memang iya, bahwasanya dia dibunuh. Mayatnya dibuang di jurang yang berada di Dolok Merawan. (Korban) lagi diautopsi rumah sakit Bhayangkara Tebing tinggi,” ujar Irfan.

Diceritakan Irfan, sebelum ditemukannya jenazah Tantri, keluarga korban sempat berkomunikasi dengan pelaku melalui handphone korban meminta tebusan Rp5 juta.

“Setelah kami tanya dimana keberadaan korban, tidak ada jawaban lagi. Kami hubungi rupanya sudah tidak aktif. Belakangan kami tahu kalau hp itu sudah dijual pelaku,” terangnya.

Dari informasi yang diterima keluarga, korban sebelumnya diminta pelaku untuk menjemput di wisata air terjun yang berada di Dolok Merawan.

“Kepala korban dipukul pakai batu. (Korban) sempat berteriak, tapi langsung dihabisi wajahnya pakai batu,” katanya.

Saat ini keluarga masih menunggu informasi dari pihak kepolisian. (man/mstr)