Model
Simalungun

Dua Bulan Terakhir, Kasus DBD Meningkat di Simalungun, Kadiskes Edwin Toni Anjurkan ini ke Puskesmas

72
×

Dua Bulan Terakhir, Kasus DBD Meningkat di Simalungun, Kadiskes Edwin Toni Anjurkan ini ke Puskesmas

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN – DIAN24NEW.com

Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun, mencatat ada peningkatan Kasus DBD di Simalungun. Meningkatnya jumlah kasus DBD tersebut pun terjadi pada dua bulan terakhir. 

“Terjadi peningkatan dua bulan terakhir. Total kasus DBD mulai Januari hingga Juni berjumlah 290 Kasus,” ungkap Koordinator Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P2PM) Hamonangan Nahampun, Senin (29/7/24). 

Lanjut Hamonangan lagi, dari kasus DBD saat ini dan di Kabupaten Simalungun terdapat bebewara warga dirawat di rumah sakit lantaran terjangkit penyakit yang disebabkan oleh nyamuk tersebut.
“Ada sembilan orang yang dirawat di rumah sakit. Rentang umur paling banyak terkena DBD adalah 15-44 tahun,” pungkasnya. 

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Simalungun Edwin Tony Simanjuntak mengatakan, dalam hal mengatasi kasus DBD di Simalungun. Pihaknya anjurkan Puskesmas agar mensosialisasikan kepada warga untuk menjaga lingkungan sekitar rumah tetap bersih dan tidak ada wadah yang dapat menampung air.

Baca Juga  Kontraktor di Pematangsiantar Keluhkan Proses Pengurusan Jaminan Pemeliharaan di BUMIDA

“Dengan curah hujan yang saat ini tidak menentu, diharapkan Puskesmas bersama dengan lintas sektor melakukan gotong royong untuk pemberantasan sarang nyamuk (PSN) di nagori/ kelurahan,” ujarnya.

Selain itu, dimusim kemarau saat ini. Penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) dan dehidrasi menjadi beberapa penyakit yang rentan berjangkit pada musim saat ini.

“Dengan cuaca panas ini, kita harus siap menjaga pola makan dan minum, jadi banyak minum air dan paling rentan saat cuaca panas ini umur balita dan lansia,” katanya. 

Selain ISPA dan dehidrasi, beberapa penyakit menular yang disebabkan virus pada cuaca panas juga berpotensi berjangkit dan menyeran manusia pada umumnya. 

Edwin Tony Simanjuntak menerangkan, pencegahan penting dilakukan untuk mencegah agar tidak terserang ISPA dan dehidrasi akut atau penyakit menular lainnya yang disebabkan virus. 

Baca Juga  Dugaan Kasus Pemerkosaan Nakes di RSUD Perdagangan, Tiga Tersangka dan Barang Bukti Dilimpahkan ke Kejaksaan dan Lapas Pematangsiantar

Selain itu, ia juga meminta kepada masyarakat menjaga penerapan pola hidup bersih dan sehat (PHBS) tidak hanya mencegah penyakit ISPA saja, melainkan juga penyakit lainnya. 

“Kita himbau kesehatan hadapi musim kemarau saat ini. Kepada seluruh, dala. menghadapi musim kemarau yang sedang berlangsung, Dinkes ingin mengingatkan dan memberikan beberapa himbauan penting untuk menjaga kesehatan,” ujarnya. (mstr/th)