SIMALUNGUN – DIAN24NEW
Persoalan di SMA Negeri 1 Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun saat ini menjadi perhatian serius.
Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan Sumatera Utara (Kabid SMA Disdiksu) Basir Hasibuan memanggil oknum guru – guru yang diduga sebagai dalang aksi Demo yang terjadi di SMAN Dolok Panribuan Kabupaten Simalungun minggu lalu.
Demikian disampaikan Kabid SMA Disdiksu Basir Hasibuan melalui pesan singkat Whatt App Kamis (27/7/2020), sekira Jam 26.00 Wib.
“Beberapa guru SMAN Dolok Panribuan sedang diperiksa sekarang di Kantor Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara. Dimana apakah mereka sebagai dalang dari pada demo tersebut atau tidak,” kata Kabid Basir Hasibuan.
Saat ditanyakan berapa orang guru yang diperiksa, dan siapa siapa saja Kabid tidak bersedia menerangkan.
Mirisnya Kadisdik SMA Provinsi Sumut Asren Nasution saat di konfirmasi melalui pesan singkat Whatt App, apa tanggapan nya dengan aksi demo tersebut dan apa tindakannya terhadap guru-guru diduga mengeksploitasi siswa ikut Demo, walau terlihat dibaca namun tidak bersedia menjawab.
Kemudian Plt Kepsek SMAN Dolok Panribuan Rismauli Hutabarat M.Pd dikonfirmasi Kamis (27/7/2023), sekira pukul 27.20 Wib, mengatakan bahwa dirinya telah menyampaikan laporannya kepada Kadisdik Sumut beberapa waktu lalu, namun hingga saat ini belum ada keputusan walau pihak Binap sudah datang ke SMAN Dolok Panribuan memeriksa Kepsek.
” Saya berharap Tim Binap agar dapat menelaah dengan berimbang meminta keterangan dari pada bapak ibu guru yang tidak turut dalam aksi demo. Janganlah hanya mendengar pendapat para guru yang ikut berorasi dianggap benar dan ditampung aspirasinya oleh pihak Disdiksu. Karena yang berhak mengganti PLT Kepsek itu adalah bukan guru-guru, siswa,atau orang tua . Melainkan Kadisdiksu dengan aturan dan undang undang yang berlaku,” pungkas Rismauli.
Pada waktu yang sama pengamat pendidikan di Kabupaten Simalungun berinisial BG mengamati aksi demo yang terjadi pada jam belajar di SMAN Dolok Panribuan meminta agar Kabid SMA Disdiksu membuka pintu membina para guru untuk bekerja dengan benar sesuai tupoksi. Agar tidak biasa mengurusi tupoksi Kasek, sebab suka atau pun tidak seharusnya bawahan harus tunduk kepada atasannya.
Sebab Kasek juga bukan sebagai alat kepuasan bagi Guru ketika memimpin.Tetapi guru harus mampu mengapresiasi dirinya Agar loyal kepada pimpinan.
Sebagai pengamat pendidikan sesungguhnya kasek memang harus tegas untuk mengambil sikap dalam segala hal positif untuk meningkatkan management, kualitas dan kuantitas sekolah.
Kita juga mohon para pejabat Disdiksu agar melihat situasi sekolah yang begitu signifikan perkembangan nya saat ini.
“Sepertinya Horas Manullang dan Barma Simanjuntak serta Evi cs sudah menggurita untuk mencari kenikmatan pribadi dengan berbagai macam pungutan liar yang di hapuskan oleh Kepsek Rismauli,” ucap BG.
Informasi di dapat bahwa pemicu awal terjadinya aksi karena sentimen dimana sebelum Guru Horas Manulang yang menjabat sebagai bendahara PKS dan Komite atau bendahara SPP di non aktif jabatan nya oleh Rismauli dan mengangkat guru yang lain memegang jabatan tersebut. Sehingga Horas merasa terganggu dengan hal itu. Demikian juga dengan Barma Simanjuntak yang pernah menjabat Plt Kepsek sebelum Rismauli diduga merasa terganggu jabatannya.
Lanjut BG oknum guru yang diduga mengeksploitasi siswa aksi pada jam belajar yakni Horas Manulang dan Barma Simanjuntak bersama Evi cs tersebut ditindak sesuai aturan yang berlaku juga beserta PNS yang ikut demo wajib diperiksa demikian guru honorer bila perlu dipecat karena merusak moral anak bangsa. Tidak layak sebagai pendidik, masih honor saja sudah brutal apa lagi tindakan nya seandainya Lulus CPNS,” tutup BG.
Editor. : Taman Haloho
Wartawan. : Matius Waruhu










