Model
Simalungun

Dugaan Mark’Up Pengadaan Bibit Rambutan dan Alpukat di Nagori Margomulio Gunung Malela Menguap!

54
×

Dugaan Mark’Up Pengadaan Bibit Rambutan dan Alpukat di Nagori Margomulio Gunung Malela Menguap!

Sebarkan artikel ini

SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com 

Dugaan Mark'up pengadaan bibit rambutan dan alpukat oleh Pangulu Nagori Margomulyo Kecamatan Gunung Malela Kabupaten Simalungun menguap!

Rahmad alias Memed selaku  produsen/pemasok bibit rambutan dan alpukat kepada Pangulu Nagori Margomulio, Kecamatan Gunung Malela, kabupaten Simalungun, Sumatera Utara (Sumut) mengakui harga bibit bibit adalah sebersar 50 ribu, Namun karena dititip menunggu waktu pembagian harga menjadi Rp100.000,-. 

Pengakuan tersebut diungkapkan Memed kepada media melalui percakapan telpon pada hari kamis, (6/2/25)

“Sebenarnya harganya 50 ribu per batang  bang, baik itu rambutan maupun alpukat. tapi waktu itu Pangulu “M.Sapii” bilang kalau bibit pesanannya  itu belum bisa langsung dibagikan, dengan alasan, karena menunggu waktu, sehingga ada kesepakatan menjadi 100 ribu karena biaya merawat sampai diangkat” ucap Memed

Baca Juga  2024, Perbaikan Jalan Nagori Buntu Turunan Menuju Nagori Bosar Nauli Tembus ke Girsip-Parapat  Dilanjutkan

Disinggung tentang apa saja perawatan yang dilakukannya selama bibit masih dalam penitipan?. Namun Memed mengatakan hanya melakukan penyiraman saja.

“Ya menyiram lah bang” jawabnya

Selanjutnya, ditanya tentang kualitas bibit,  Memed mengatakan jika bibit rambutan dan alpukat yang di jual kepada Sapii itu adalah bibit unggul.

Namun meskipun demikian, Pernyataan Memed itupun berbeda dengan informasi yang didapat dari seorang warga yang tidak mau disebutkan namanya dalam pemberitaan.

“Masyarakat banyak yang tidak mau  menerima bibit itu, karena meragukan kwalitasnya” sebut sumber. 

“Lah orang dia buat sendiri kok di halamannya. itu sana abang cek” Pintanya untuk menyakinkan sambil berharap agar Inspektorat maupun Kejaksaan memeriksa Sapii selaku Pangulu Margomuliyo.

Baca Juga  Plt Bupati Simalungun Sambut Pimpin Upacara Penyambutan Satgas Pamtas Yonif 122/TS Usai Bertugas di Papua

“Ia. Inspektorat dan Kejaksaan baiknya melakukan pemeriksaan padanya” tegasnya

Diwaktu terpisah, Sabtu (8/2/25) Memed yang dikonfirmasi melalui pesan WhatShapp (WA) tentang kepemilikan izin usaha pembenihan yang diketahui adalah untuk memudahkan pengawasan dan jaminan mutu benih belum memberi jawaban. (tim)