SIMALUNGUN I DIAN24NEW.com
Merasa tidak tahan lagi Puluhan kepala Sekolah Dasar (SD) di kecamatan Tanah Jawa kabupaten Simalungun angkat bicara soal tindakan Kordinator wilayah (korwil) Berto Saragih yang tega meminta atau melakukan pungutan liar (Pungli) kepada kepala sekolah sebesar Rp 10.000/ Murid sekolah Dasar (SD) setiap cair dana BOS.
Para kepala sekolah dasar ((SD) kepada wartawan, Selasa (25/2/2025) di kantor PWI Kota Pematangsiantar mengatakan, sebelum regruping jumlah SD di Kecamatan Tanah Jawa 44 dan setelah regrpping tinggal 39 dan jumlah murid SD lebih kurang 4100 orang .Jadi setiap cair dana BOS Berto Saragih tidak segan-segan dan pandang buluh melakukan pengutipan.
Lebih lanjut para kepala sekolah yang tidak mau disebutkan nama sekolahnya mengatakan, dana BOS cair per triwulan, jadi dalam setahun Korwil (Berto Saragih) mengambil dari setiap murid Rp 40.000. Ini sudah berjalan bertahun dan hingga kini tidak ada tindakan
Jumat (21/2) lalu Tim Inspektorat Kabupaten Simalungun yang turun langsung ke salah satu sekolah dasar di Tanah Jawa yang menjadi sampel kepala sekolahnya pun berterus terang dihadapan Inspektorat.
“Bagaimana kami para kepala sekolah mempertanggung jawabkan yang diminta Korwil itu karena tidak pakai kwitansi”, ujar seorang kepala sekolah.
Puluhan kepala SD di Kecamatan Tanah Jawa mengharapkan pihak yang berwenang mengambil tindakan prepentif atas tindakan kordinator wilayah (Korwil) Kecamatan Tanah Jawa yang sudah meresahkan.
Berto Saragih selaku Korwi Tanah Jawa ketika dikonfirmasi wartawan via selulernya ,Selasa (25/2/2025) mengatakan gimana solusinya sedangkan pihak Inspektorat yang berwenang tidak ada tindakan ujarnya (mp/th)
Ket foto : Kantor UPTD Tanah Jawa







