Model

Model

Model

Model
Peristiwa

Lokasi Lantai yang Amblas di Tutup Tripleks. Kasek SMPN 1 Pematang Siantar dan PT SMK “Bungkam”.

43
×

Lokasi Lantai yang Amblas di Tutup Tripleks. Kasek SMPN 1 Pematang Siantar dan PT SMK “Bungkam”.

Sebarkan artikel ini

SIANTAR –  DIAN24NEW

Penggalian tanah di lahan eks GOR Jalan Merdeka Kota Pematang Siantar dengan kedalaman sekitar 3 meter, membuat tembok pagar roboh dan lantai di samping ruang kelas SMP Negeri I Pematang Siantar yang berada di sebelahnya amblas. Bahkan, diinformasikan ada siswa terperosok ke dalamnya akibatnya siswa tersebut terluka pada bagian kepala. 

Atas peristiwa yang nyaris menelan korban jiwa tersebut, Kepala Sekolah SMPN 1 Pematang Siantar Jhon Edi dan PT Suriatama Mahkota Kencana (PT SMK) “Bungkam”, alias tidak mau memberikan informasi dan menghindari wartawan, seperti ingin di tutupi dari media dan publik.

Selain lantai  amblas dan hanya berjarak sekitar 30 Cm dari dinding kelas yang dibangun  menggunakan anggaran Dana Alokasi Khusus (DAK) Tahun 2022, tembok sebagai pagar pembatas antara eks lahan GOR dengan SMP Negeri 1, terancam roboh. Pasalnya fundasi bagian bawah sudah retak.

Pantauan di lokasi Tempat Kejadian Perkara (TKP), Jumat (4/8/2023) sekira pukul 14.30 Wib, setelah tembok pagar roboh dan lantai tersebut amblas, jalan menuju lokasi tembok pagar yang roboh dan lantai yang amblas diantara dinding kelas dengan pagar tembok itu, sudah ditutup menggunakan tripleks. 

Salah seorang wanita, yang diduga pegawai atau guru di SMP Negeri I Pematang Siantar yang ditemui wartawan di sekitar lokasi yang terpisah dari lahan utama SMP Negeri I Pematang Siantar, membenarkan jalan menuju tembok pagar yang roboh dan lantai yang amblas itu sudah ditutup. Sehingga, anak-anak murid tidak bisa lagi masuk.

“Ya, kemarin sudah ditutup supaya anak-anak tidak ada lagi bermain-main di situ,” ujarnya. Namun ketika ditanya apakah karena ada siswa  terperosok masuk ke lobang akibat lantai amblas, perempuan yang enggan  menyebut statusnya guru atau pegawai itu tidak menjawab.

Pantauan di lokasi,  lobang yang menganga akibat amblasnya lantai samping kelas, dipasang kerangka broti yang diperkirakan untuk mengantisipasi amblas agar tidak semakin melebar.

Sementara, pantauan lahan eks GOR dari tembok pagar pembatas dengan SMP Negeri I, puluhan pekerja tampak masih melakukan penggalian tanah.

Di lokasi juga ditemukan alat yang disebut kren untuk mengangkat barang-barang berat. Sementara, warga mengatakan keberadaan kren itu  cukup mengkawatirkan. Karena, bagian pangkalnya berada di atas badan jalan yang selalu dilintasi kenderaan.

“Kalau malam, kren itu dioperasikan  terdengar suara-suara seperti besi yang dipukul. Karena berada di atas badan jalan kita agak kawatir juga melintas di bawahnya,” ujar warga yang kebetulan melintas.

Ketika akan dikonfirmasi kepada  pihak PT Suriatama Mahkota Kencana sebagai pelaksana pembangunan GOR bagaimana  mengantisipasi lantai SMP Negeri I yang amblas supaya tidak semakin melebar,  pintu gerbang lahan eks GOR tersebut langsung ditutup dari bagian dalam.

Sementara, di bagian depan pintu gerbang yang sudah ditutup itu, ada dua orang pekerja yang membersihkan tanah dari badan jalan dengan menggunakan air untuk mengantisipasi agar debu tidak beterbangan dan mengganggu kepentingan umum.  Tanah tersebut diperkirakan jatuh dari truk yang masuk ke lokasi eks GOR tersebut.

Humasy PT Suriatama Mahkota Kencana Sukoso Winarto yang dikonfirmasi melalui telepon seluler, menyatakan tidak lagi menjabat sebagai Humasy setelah pihak PT Suriatama Mahkota Kencana Sukoso melakukan peletakan batu pertama 30 Agustus 2022 lalu.

“Saya tidak lagi sebagai Humasy setelah peletakan batu pertama yang dilakukan bersama Wali kota tahun 2022 lalu,” ujarnya sembari mengatakan tidak lagi berhak  memberi keterangan terkait  keberadaan eks GOR yang akan dibangun menjadi Gedung Merdeka berlantai 4.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Tata Ruang pada Dinas PUTR Kota Siantar, Musa Silalahi yang dikonfirmasi, mengetahui ada lantai SMP Negeri I yang amblas. Bahkan, pertama sudah disurati saat amblas masih tidak begitu parah.

“Pertama sudah kita surati dan setelah amblas lagi kita surati lagi. Sekarang jaraknya sudah semakin dekat dengan dinding ruangan kelas,” ujar Musa Silalahi sembari mengatakan agar pihak PT Suriatama Mahkota Kencana  segera memperbaiki dan memperkuat langkah antisipasi.

Kemudian,  Tim Pengawas Pembangunan GOR dari  PUTR Kota Siantar itu mengatakan agar pihak PT Suriatama Mahkota Kencana bertanggungjawab. “Kita tetap melakukan pengawasan,” ujarnya melalui telepon seluler.

Sedangkan Kepala SMPNegeri I, Jon Edy Situmorang yang dikonfirmasi melalui telepon seluler mengaku sedang melakukan rapat. Selanjutnya, saat langsung didatangi ke sekolah, ternyata sudah tidak berada di tempat. “Bapak tadi sudah keluar,” ujar salah seorang guru piket di SMP Negeri I itu (sn) 

 

 

Editor.       :     Taman Haloho