SIANTAR – DIAN24NEW
Pemberantasan penyakit Masyarakat (Pekat) selain Narkoba, khususnya judi dan prostitusi tetap menjadi perhatian Polres Pematang Siantar. Karena, ada banyak kasus yang berhasil diungkap dan ditindaklanjuti sampai ke Pengadilan Negeri.
Seperti disampaikan Kapolres Pematang Siantar AKBP Yogen Heroes Baruno SH SIK melalui Kasat Reskrim AKP Banuara Manurung pada Edukasi Penanggulangan Pekat terkait Narkoba, Prostitusi dan Judi. Dilaksanakan Komisi Sosial Bencana Majelis Ulama (MUI) Kota Siantar di aula MUI, Jalan Kartini Kota Pematang Siantar, Minggu (6/8/2023).
Para peserta Edukasi Penanggulangan Pekat terdiri dari berbagai elemen seperti organisasi Masyarakat Islam, Organisasi Kepemudaan Islam, pengurus MUI seluruh kecamatan se Kota Pematang Siantar serta berbagai elemen lainnya dari BKMT dan pengurus Masjid.
Khusus kasus judi tahun 2022 AKP Banuara mengatakan ada 22 kasus yang diungkap dan ditindaklanjuti ke Pengadilan. “Sedangkan tahun 2023 ada tujuh orang tersangka,” ujar Kapolres Pematang Siantar melalui Kasat Reskrim Polres Siantar AKP Banuara Manurung.
Dijelaskan, soal perjudian, bukan hanya toto gelap (togel) secara manual. Tetapi, termasuk judi online yang dikelola dari luar negeri. Selanjutnya, ada juga pemainan atau game scatter yang saat ini begitu menggejal di tengah-tengah masyarakat.
“Soal permainan scatter hanya di Pematang Siantar yang penjualnya diamankan. Karena, fenomena itu sudah meresahkan apalagi ada ibu rumah tangga menyampaikan suaminya malas bekerja karena bermain scatter,” ujar AKP Banuara Manurung.
Kemudian, soal judi online yang cukup menjadi perhatian, termasuk praktek seperti LML. “Awalnya dipasang Rp 5 juta dapat hadiah sampai sepuluh persen. Kemudian, digandakan lagi sampai 25 juta dan uangnya bertambah. Tapi, saat dipasang seratus juta, malah dioncop atau disedot,” katanya.
Fenomena itu dikatakan menjadi dinamika lain di tengah-tengah masyarakat. Saat main kecil-kecilan dan menang tentang-tenang saja. Tetapi ketika sampai kalah ratusan juta baru dilaporkan ke Polres. Sehingga, Polres sendiri kadang kala merasa heran.
“Waktu pasang kecil menang diam-diam saja. Tapi, ketika uangnya disedot sampai ratusan juta, datang melapor ke Polres sambil nangis-nangis dan minta supaya diberantas. Untuk itu, masyarakat jangan mudah tergiur,” ujar AKP Banura Manurung.
Beda lagi dengan prostitusi. Kalau prostitusi yang menggunakan hotel, tempat kost-kostan maupun tempat hiburan malam, dapat diditeksi dengan mudah untuk ditindak. Namun, sesuai perkembangan zaman, prostitusi ada melalui internet dan media sosial. Bahkan, ada yang berhasil diungkap Polres Siantar dengan menangkap muncikari.
Sebelumnya, Faidil Siregar SAg sebagai Ketua Komisi Sosial Bencana MUI Kota Pematang Siantar melalui laporannya mengatakan, Edukasi Penanggulangan Pekat dilakukan karena selain Narkoba, juga Judi dan Prostitusi yang sudah meresahkan.
“Edukasi Penanggulangan Pekat ini perlu kita lakukan untuk mencari solusi karena ini sangat penting,” ujar Faidil Siregar SAg.
Sementara Edukasi Penanggulangan Pekat itu secara resmi dibuka Seketrrataris MUI Kota Siantar H Ahmad Ridwansyah Putra. Turut menampilkan Ketua MUI Kota Pematang Siantar, Drs H M Ali Lubis sebagai nara sumber. (sn)
Editor. : Taman Haloho










