Model
Pematangsiantar

Minim Persediaan Darah, PMI Kota Pematangsiantar Selalu Berupaya Memperoleh Darah dari Para Pendonor 

66
×

Minim Persediaan Darah, PMI Kota Pematangsiantar Selalu Berupaya Memperoleh Darah dari Para Pendonor 

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com

Persediaan darah Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Pematangsiantar yang berkantor di Jalan Sutomo, Kota Pematangsiantar, ternyata minim. Akibatnya, masyarakat kesulitan, Sehingga terpaksa harus mencari inisiatif sendiri untuk menemukan darah.

Hal tersebut dialami, Pendi (32) warga Kota Pematangsiantar yang sangat membutuhkan darah untuk keluarga yang sedang sakit. Karena situasi tersebut, terpaksa harus menghubungi pihak keluarga terdekat, juga teman yang siap bersedia menjadi pendonor.

“Ya, saya harus mencari darah dari orang-orang yang bersedia mendonorkan darah, selain dari pihak keluarga sendiri, juga dari teman-teman atau minta tolong kepada teman-teman untuk mencari yang lain, ” ujarnya sembari menceritakan pengalaman di kantor PMI Kota Pematangsiantar tersebut.

Terkait dengan minimnya stok atau persediaan darah di kantor PMI Kota Pematangsiantar itu, ditulis jelas pada papan tulis PMI. Sedangkan PMI bekerja sama denggan 24 rumah sakit di Kota Pematangsiantar dan Kabupaten Simalungun dan beberapa rumah sakit lainnnya seperti di Kabupaten Samosir.

Ketika persediaan darah yang minim tersebut dikonfirmasi kepada pihak PMI, tiga orang petugas membenarkan kalau stock darah yang tersedia saat sangat minim. “Ya, persediaan darah pada tiga hari terakhir memang minim,” ujar salah seorang petugas PMI.

Baca Juga  Dengan Memukul Gong Musrembang RPJPD Siantar Resmi Dibuka Wali Kota

Ketika permasalahan dimaksud ingin dikonfirmasi lebih jauh lagi, Ketua PMI Kota Pematangsiantar, dr Rajin Saragih SPB tidak berada di tempat. Demikian juga Kepala Unit Donor Darah PMI Kota Pematangsiantar, Dr Abadi Sinaga Mkes sedang berada dipenang pemeriksaan kesehatan.

Sementara, salah seorang Kabid PMI Kota Pematangsiantar, Martin Saragih yang sudah bertugas sekira 15 tahun mengatakan, PMI Kota Pematangsiantar selalu berupaya memperoleh darah dari para pendonor antara lain dilakukan melalui iklan, FB dan brosur agar masyarakat bersedia menjadi pendonor.

“Kalau untuk mengisi kekurangan stock darah di PMI, PMI pagi ini baru melalukan kegiatan acara donor darah angota Yonif 122/TS yang kemaren tangal 11/06/25 baru pergantian serah terima jabatan Komandan, dari kegiatan menghasilkan 21 kantong darah dan untuk esok hari PMI akan mengambil 2 tempat yang berbeda, donor darah di acara Ulang Tahun Bayangkara ke 79 THN Polres Pematangsiantar dan Gereja HKBP Dame jalan Sangnawalu, kecamatan Siantar Timur. semoga hasil dari kegiatan ini bisa menambah stock kantong darah PMI,” ujar Martin Saragih.

Baca Juga  Usung Inovasi "Peran Perpustakaan Sebagai Sumber Belajar", Kepala Perpustakaan SMP N 9, Lundu Tamba Juara Harapan III Karya Tulis Ilmiah

Selain itu, PMI juga mendapatkan sekelompok relawan pendonor dari BSS (Bantuan Sosial Sepontan) yang di ketua i oleh Yan Seng Tat, dibantu tim relawan Apin yang selalu aktif sehari-hari berada di PMI, dikala masyarakat yang datang membutuhkan darah makan BSS siap membantu. Perusahaan seperti Mariana Hotel dan ladersa yang berada di Samosir aktif melakukan donor darah setiap 3 bulan sekali dan bisa menghasilkan 70 kantong darah, juga seperti PT STTC 2 X setahun yang kemaren 17 Mei sudah berlangsung, Insefal maupun acara kegiatan organisasi tertentu dan organisasi pendonor darah. Namun, itu, hanya pada waktu-waktu tertentu dan sesuai kesepakatan. “Itulah yang bisa membantu persediaan stock darah di PMI,” imbuh Martin.

PMI Kota Pematangsiantar sudah mendapatkan sertifikat Akreditasi Paripurna dari kementerian Kesehatan Republik Indonesia sejak 11 Desember 2024, “Sebagai Pengakuan Bahwa Fasilitas Pelayanan Kesehatan Telah Memenuhi Standar Akreditasi dan Dinyatakan Lulus” berlaku mulai tanggal 26 Oktober 2024 s/d 26 Oktober 2029. Sertifikat yang sudah diraih dipampangkan di loket pendaftaran. Tidak semua PMI bisa mendapatkan sertifikat, tidak tau untuk tetangga sebelah apakah dapat. Ujar martin

Baca Juga  Wali Kota Wesly Silalahi Pikul kayu Salib Menuju Depan Balai Kota Pematangsiantar Jalan Merdeka

Lebih lanjut dijelaskan juga, untuk pengambilan darah di PMI Kota Pematangsiantar sebesar BPPD (Biaya Penganti Pengolahan Darah) Rp 360 ribu perkantong untuk semua golongan darah maupun darah trombosit. “Namun pihak PMI tidak menyediakan stok darah trombosit dikarenakan ketahanan darah trombosit hanya 4 hari”. Ada juga biaya pengganti dari kantong darah dan untuk pemeriksaan HIV, HB, Epatitis A, Hepatitis B, Hepatitis C, Spilis.

“Untuk menghindari adanya pencaloan pengambilan darah, kita dari PMI menghimbau kepada masyarakat langsung menghubungi pihak PMI. Tidak melalui calo,” ujarnya sembari mengatakan bahwa PMI butuh kesadaran masyarakat tentang pentingnya mendonorkan darah.

Melalui donor darah rutin tiga bulan sekali, masyarakat dikatakan mendapatkan hal baik pada diri sendiri. Misalnya dapat menjaga jantung lebih sehat dan juga terkontrol, kolestrol, asam urat terbuang. Selain itu, bisa menolong orang yang lagi sanggat membutuhkan darah.

“Salah satu persyaratan kepada para pendonor darah, dalam keadaan sehat dan juga lagi tidak dalam kondisi mengkonsumsi obat, minimal 1 kali 24 jam. Kecuali vitamin. Sehingga, tidak terindikari virus,” ujar Martin. (Js,/th)