Model

Model

Model
Pematangsiantar

Tembok Pagar dan Halaman Rumah Warga Siantar Roboh Imbas Pengorekan Proyek Perbaikan Drainase

24
×

Tembok Pagar dan Halaman Rumah Warga Siantar Roboh Imbas Pengorekan Proyek Perbaikan Drainase

Sebarkan artikel ini

SIANTAR – DIAN24NEW 

Bangunan pagar tembok dan halaman rumah milik warga Jalan Jawa, Kelurahan Bantan, Kecamatan Siantar Barat Kota Pematang Siantar, Sumatera Utara (Sumut) roboh. 

Model

Pagar tembok dan halaman sepanjang kurang lebih 20 meter dan tinggi 3 meter tersebut roboh akibat dampak pengorekan tanah proyek perbaikan drainase yang dikerjakan Pemerintah Kota (Pemko) Pematamg Siantar, melalui CV Dinamika Jaya Amerta.

Robohnya pagar tembok itu terjadi Sabtu  (12/8/2023), sekira pukul 01.00 Wib,di i hari. Saat berlangsung hujan deras bercampur angin, hingga membuat halaman rumah menjadi longsor dan tangga halaman menuju pintu masuk ke klinik rusak berat, 

Dan untuk mencegah agar tidak terjadi lagi roboh sampai ke badan jalan, untuk saat ini, tampak tembok yang tampak kondisinya sudah miring itu tampak harus ditopang menggunakan besi panjang. Kedua  rumah itu, kantor Sekretariat Perwiritan Akbar Istiqomah (Perwis) Kabupaten Simalungun dan Klinik BKK 

“Sebelumnya, pelaksana proyek melakukan penggalian di bawah tembok pagar yang roboh itu,” ujar Hakimi warga yang membuka  usaha  bengkel tepatdi seberang  jalan rumah pagar yang  pagar temboknya roboh tersebut.

Dijelaskan, pagi harinya pihak rekanan  sudah mendatangi kedua penghuni rumah tersebut. “Nggak tau apa yang mereka bicarakan,” ujar Hakimi lagi sembari mengatakan bahwa galian  bekas drainase masih menumpuk dan mengganggu kepentingan umum.

Lebih lanjut dikatakan, kalau rumah yang dijadikan sebagai Kantor Pewis itu, milik orang kabupaten Simalungun bernama Anto. “Pemilik rumah  tidak tinggal di situ. Tapi, ada yang jaga,” ujarnya.

Sementara, salah seorang pegawai Klinik BKK, Afni Saragih  mengaku tidak mengetahui persis kapan tembok roboh sampai tangga menuju ke kliniknya rusak berat.  Karena, malam kejadian itu hanya seorang pegawai yang tinggal di klinik.

“Paginya kami lihat malah sudah roboh. Tangga juga rusak dan tidak bisa dilewati, kalau ada yang mau berobat terpaksa masuk dari pintu samping,” ujarnya sembari mengatakan rumah tersebut dikontrak Klinik BKK.

Pantauan di lokasi,  pihak rekanan saat itu tidak ada yang bekerja. Namun, kalau dicermati, pembangunan drainase diduga bermasalah. Bukan saja karena penggalian di bawah tembok pagar rumah yang roboh tidak tanpa pengaman mengantisipasi kalau tembok roboh.

Lebih dari itu ketebalan drainase yang dikerjakan  CV Dinamika Jaya Amerta hanya sekitar 16 Cm. Berbeda dengan tembok drainase satunya lagi di tepi jalan sekitar 20 Cm. Sedangkan sumber dana sebesar Rp 199 juta lebih berasal dari APBD Siantar 2023.

Sehari sebelumnya, warga keberatan terhadap material berupa pasir dan batu padas serta bekas galian tanah bercampur batu yang ditumpuk di tepi jalan. Sehingga badan jalan menjadi semakin sempit dan mengganggu arus lalulintas.

Dikonfirmasi wartawan, Plt Kadis Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR), Sopian Purba, mengatakan bahwa pihaknya langsung memerintahkan kepada pihak rekanan agar mengangkut bekas galian tersebut.

Meski perintah dari Plt Kadis PUTR yang disampaikan Pejabat Pembuaat Komitmen (PPK) tersebut dilakukan pihak tekanan, yang diangkut hanya dua truk. Sedang yang menumpuk di bagian lain masih dibiarkan begitu saja. Sehingga, saat hujan tiba, jalanan  berlumpur dan licin. (sn)

 

 

Editor.   :   Taman Haloho