Model
Pematangsiantar

Anjing Galak Milik Ketua DPRD Timbul Lingga Teror Kantor Dishub Kota Pematamgsiantar 

89
×

Anjing Galak Milik Ketua DPRD Timbul Lingga Teror Kantor Dishub Kota Pematamgsiantar 

Sebarkan artikel ini

SIANTAR I DIAN24NEW.com 

Teror anjing galak milik Ketua DPRD Kota Pematangsiantar menghantui warga (tamu) dan pegawai Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pematangsiantar, Jalan SM Raja, Kelurahan Bah Kapul Kecamatan Sitalasari Kota Pematangsiantar.

Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pematangsiantar yang seharusnya menjadi tempat pelayanan publik yang aman dan tertib, kini justru menuai keresahan. Penyebabnya bukan sistem kerja atau pelayanan, melainkan keberadaan beberapa ekor anjing galak, salah satunya jenis Rottweiler, milik Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, yang juga Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Pematangsiantar, Timbul Lingga yang dibiarkan berkeliaran bebas di lingkungan kantor pemerintahan yakni Kantor Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Pematangsiantar

Anjing besar yang dikenal memiliki naluri protektif dan cenderung agresif ini terlihat tidak dikandangkan ataupun diikat alias dibiarkan bebas berkeliaran, Kondisi ini menjadi ironi karena lokasi kantor berada tepat di jantung wilayah pemerintahan kota, hanya selemparan batu dari rumah dinas Ketua DPRD dan berdampingan langsung dengan rumah dinas Wakil Ketua DPRD Pematangsiantar.

Baca Juga  Dr Sarbudin Panjaitan SH MH Serahkan Tiga Buku Karya Tulis Ilmiahnya ke Perpustakaan Kota Pematang Siantar

Beberapa pegawai mengaku sudah lama tidak nyaman. Selain karena rasa takut akan diserang, ada juga dampak materiil yang mulai dikeluhkan. 

“Anjing itu sering mengejar warga (tamu dan staf pegawai Dishub), ini sangat – sangat meresahkan. Selai. Itu, cat mobil kami sudah beberapa kali tergores karena anjing itu suka naik ke kap atau mengelilingi mobil sambil mencakar. Sudah sering terjadi. Tapi tak pernah ada tindakan,” ujar seorang staf Dishub yang enggan disebut namanya.

Menurut keterangan beberapa pegawai lainnya, kejadian seperti ini bukan sekali dua kali. Namun karena diketahui bahwa anjing-anjing tersebut diduga milik Ketua DPRD, Timbul Lingga, tidak ada satu pun yang berani menegur secara langsung. Ketakutan akan menyinggung posisi pemilik membuat permasalahan ini terus berulang tanpa solusi.

Baca Juga  MTQN ke-55 Siantar Utara Resmi Dibuka, Jadi Ajang Perekat Toleransi

Salah satu anjing berwarna putih bahkan disebut paling agresif. Damanik, pegawai Dishub yang bekerja di kantin kantor, menyebut anjing itu pernah menggigit pekerja koperasi dan hampir menyerang kurir pengantar paket.

Ketegangan bertambah saat salah seorang jurnalis yang hendak meninggalkan halaman kantor dengan sepeda motor, tiba-tiba dikejutkan oleh seekor anjing putih yang berlari cepat mendekat dari sisi kiri, dalam posisi seolah-olah hendak menyerang. Reaksi spontan dan situasi mendadak itu nyaris menimbulkan kepanikan.

Video kejadian tersebut dikirimkan kepada pihak yang diduga sebagai pemilik melalui WhatsApp. Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, Timbul Lingga, akhirnya memberikan tanggapan singkat melalui pesan pribadi:

“Iya, yang putih paling galak dan mau mengejar tiba-tiba. Nanti kita ingatkan lagi agar lebih ketat menjaga, agar tetap dak sampai keluar rumah, bro,” ujarnya.

Baca Juga  Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa Sekda Provsu Mulyono ST MSi Dilantik Sebagai Pj Sekda Pemko Siantar

Sementara itu, saat dikonfirmasi ke bagian umum Dishub, seorang staf membenarkan bahwa anjing-anjing tersebut memang milik Ketua DPRD Kota Pematangsiantar, pak Timbul Lingga. “Kami juga tidak bisa berbuat apa-apa. Takut menyinggung,” ucapnya menutup pembicaraan.

Pertanyaannya kini: jika di lingkungan kantor pemerintah saja rakyat tidak bisa merasa aman, di mana lagi tempat yang bisa memberikan perlindungan? Apakah hewan peliharaan milik pejabat boleh mengganggu fasilitas dan kenyamanan orang lain tanpa konsekuensi?

Rasa aman dan ketertiban di lingkungan pelayanan publik adalah hak masyarakat. Namun, yang terjadi justru sebaliknya: rakyat harus menyingkir, karena yang bebas kini bukan hanya birokrat, tapi juga hewan buas yang tak kenal ruang dan waktu. (js/th)